Tarutung, PRESTASIREFORMASI.COM – Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput) Sarlandy Hutabarat, SH bersama Kajari Taput Tatang Darmi, Wakapolres Mukmin Rambe sosialisasikan Pernyataan Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tentang Protokol Pelaksanaan Acara Adat Istiadat/Pesta.

Sosialisasi ini juga dihadiri pengurus LADN, MUI dan BKAG, dilaksanakan secara virtual dengan aplikasi Zoom Meeting Room yang diikuti seluruh Camat, Kepala Desa dan Lurah se-Taput.

Forkopimda telah menetapkan suatu Penerapan Protokol Acara Adat/Pesta di Era Menuju Tatanan Hidup Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 di Taput baru-baru ini.

” Kita telah memasuki tatanan kehidupan baru, untuk itu kita tidak boleh berhenti dan hanya cemas namun harus terus berjuang untuk mengatasi covid-19 ini dengan mengikuti protokol kesehatan. Kesepakatan ini juga merupakan hasil diskusi bersama stakeholder terutama Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat,” kata Wakil Bupati.

” Mulai saat ini awal Juli 2020 pelaksanaan pesta adat sudah diperbolehkan, namun harus tetap mengikuti beberapa ketentuan yang ditetapkan.” Ujar Hutabarat.

Acara pranikah dan pesta pernikahan harus membuat pemberitahuan kepada Gugus Tugas Kabupaten selambat-lambatnya 30 hari sebelum pelaksanaan pesta dengan melampirkan daftar tamu dan undangan dari luar Kabupaten Taput yang akan menghadiri pesta.

Pihak gereja wajib menyediakan APD seperti alat pengukur suhu tubuh, wastafel dan hand sanitizer, jumlah yang boleh memasuki lokasi hanya 20 persen dari kapasitas lokasi serta mengatur jarak minimal 1 meter dan semua wajib pakai masker.

BACA JUGA:

” Tamu yang datang dari luar Taput wajib menunjukkan surat keterangan uji rapid test yang masih berlaku, apabila tidak ada maka aparat/Petugas wajib mengembalikan yang bersangkutan ke daerah asalnya” lanjut Sarlandy Hutabarat.

Diharapkannya, agar semua mematuhi aturan, ini bukan semata-mata untuk kepentingan Pemerintah tapi untuk kepentingan kita semua, ini persoalan nyawa dan persoalan kehidupan kita.

Acara Pranikah dan Pemberkatan Pernikahan di Gereja harus selesai sebelum 10.30 dan tidak diperkenankan bersalaman. Apabila ketentuan protokol kesehatan tidak di patuhi, maka tim keamanan gugus tugas penanganan Covid-19 berhak membubarkan acara pesta tersebut.

Wakil Bupati juga menjelaskan tentang ketentuan tata cara penguburan mayat yang bukan pasien positif Covid-19 yang dibagi 2 yaitu ‘sarimatua dan saurmatua’, pihak keluarga yang berduka wajib melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Kabupaten, termasuk pelaksanaan pesta adat lainnya.

“Pelaksanaan seluruh kegiatan adat harus dilaksanakan seringkas mungkin. Saya harapkan para camat tetap melakukan sosialisasi Kesepakatan Bersama ini hingga ke desa, lakukan juga koordinasi termasuk dengan Gugus Tugas Kabupaten agar pelaksanaan tugas ini berjalan dengan baik. Kita akan terus melakukan evaluasi secara bertahap agar bisa mengetahui perkembangan sesuai dengan pemberian ijin pelaksanaan pesta,” tegas Wakil Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Ketua MUI Taput menjelaskan terkait Acara Akad Nikah bagi Umat Muslim, seperti harus menyediakan APD protokol kesehatan Pandemi Covid-19, peserta prosesi akad nikah yang di lakukan di KUA atau di rumah maksimal 10 orang, tamu pernikahan yang hadir maksimal 20% dari kapasitas ruangan Masjid atau gedung pertemuan, bagi keluarga yang datang dari luar Kabupaten Taput wajib memberikan keterangan surat uji test rapid test. “Proses pernikahan tidak lebih dari 1 jam, makanan umum disediakan dalam bentuk nasi kotak atau nasi bungkus, dan pemberian kado di tentukan di tempat tersendiri tanpa bersalaman atau kontak fisik. “Begitu juga jika ketentuan protokol kesehatan tidak di patuhi maka tim keamanan gugus tugas penanganan Covid-19 berhak membubarkan acara tersebut.” ujar Ketua MUI Taput.

Ketua LADN Tapanuli Utara menjelaskan tata cara pelaksanaan acara adat di gedung atau di luar gedung halaman rumah pemilik gedung wajib menyediakan tempat cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh atau thermogun dan petugasnya.

Begitu juga menyediakan handsinitizer dan tempat kado pemberian yang sudah ditentukan, seperti itu juga mengadakan acara adat di dalam rumah. Di acara pesta agar diatur jarak minimal 1 meter dengan tanda batas jarak yang sudah ditentukan baik menggunakan kursi maupun dengan menggunakan tikar.

Penyemprotan desinfektan wajib dilakukan di dalam dan di luar ruangan sebelum dan sesudah pelaksanaan pesta. Acara adat pesta pernikahan maksimum 30% dari kapasitas tempat, begitu juga dengan makanan umum disediakan dalam bentuk nasi kotak atau nasi bungkus dan pemberian kado berbentuk lainnya atau tumpak sudah ditentukan wadahnya dan tanpa bersalaman atau kontak fisik. Apabila ketentuan tersebut tidak dipatuhi maka tim keamanan gugus tugas penanganan covid berhak membubarkan acara.

Pihak Polres Taput telah menyatakan kesiapan membantu dalam hal pengamanan seluruh kegiatan acara pranikah dan pemberkatan pernikahan, termasuk acara akad nikah bagi umat muslim.

Acara adat di gedung atau di luar gedung halaman rumah dan acara adat lainnya maupun itu sarimatua dan saurmatua yang meninggal yang bukan karena Covid-19 akan terus dipantau.

” Saya tegaskan juga agar Forkopimca di setiap kecamatan melakukan koordinasi dan kerja sama yang baik agar seluruh kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan masa pandemi COVID-19.” ujar Wakapolres.(Jas)

BACA J6GA:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *