Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), (jpc)

Jakarta, PRESTASIREFORMASI.COM – Mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya bersuara terkait polemik Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Melalui akun Twitternya @SBYudhoyono, Jenderal Purnawirawan ini ikut menyesalkan langkah DPR yang membahas masalah RUU HIP di tengah pandemi Covid-19.

Meski memiliki beberapa catatan terkait RUU HIP yang notabene diusung oleh PDIP, SBY enggan menyebutkan secara gamblang hasil kajiannya.

“Saya mengikuti hiruk pikuk sosial & politik seputar RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Saya juga sudah membaca & mengkaji RUU tsb. Tentu ada pendapat & tanggapan saya. Namun, lebih baik saya simpan agar politik tak semakin panas,” tulis SBY, Selasa (23/6/2020).https://twitter.com/SBYudhoyono/status/1275266666461446144

Dirinya juga mengingatkan pemerintah dan DPR untuk berhati-hati membahas mengenai dasar negera Indonesia.

“Kita harus sungguh berhati-hati jika berpikir, berbicara & merancang sesuatu yg berkaitan dgn ideologi & dasar negara Pancasila. Apalagi jika menyentuh pula kerangka & sistem kehidupan bernegara. Kalau keliru, dampaknya sangat besar,” kata SBY.

Di cuitan terakhirnya, mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini menyebutkan sejarah panjang Pancasila yang sampai saat ini menjadi dasar negera.

“Memposisikan ideologi harus tepat & benar. Ingat, proses “nation building” & “consensus making” yg kita lakukan sejak tahun 1945 juga tak selalu mudah. Jangan sampai ada “ideological clash” & perpecahan bangsa yg baru. Kasihan Pancasila, kasihan rakyat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, DPR memilih menunda membahas RUU HIP meski sebagian publik meminta dilakukan pembatalan. Partai Demokrat dan PKS sendiri tercatat sebagai partai yang menolak pembahasan RUU ini. (h/fjr)

BACA JUGA:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *