Menpora Zainudin Amali.Foto: instagram Kemenpora

Jakarta, PRESTASIREFORMASI.COM — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali menginginkan Liga Berjenjang Kemenpora menjadi pondasi kuat untuk pembinaan pemain muda di seluruh Indonesia.

Menpora menegaskan hal itu saat membuka acara “Kongkow Virtual Liga Berjenjang Kemenpora di Situation Room, kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (15/6).

Menpora  mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang selama ini terus menjadi tempat untuk menjalankan Liga Berjenjang Kemenpora mulai dari Operator Pusat U-12, U-14, U-16, U-17 Putri, U-21 serta 34 Koordinator Provinsi atau Wilayah semua Liga Berjenjang. 

“Terima kasih kepada bapak ibu semua yang sudah mengikuti acara ini,” katanya dalam keterangan tertulis seperti dilansir dari Republika, Selasa (16/6).

Pada acara tersebut, Menpora mengatakan, Kemenpora memiliki pembinaan Liga Berjenjang yang sudah berjalan dengan rutin. 

“Ke depan, Liga Berjenjang Kemenpora ini akan kita perkuat lagi, karena kita punya Inpres Percepatan Persepakbolaan Nasional yang menjadi dasar kuat untuk mengembangkan sepakbola tanah air. Tanpa pembinaan usia dini, tidak mungkin kita mendapatkan talenta yang baik untuk sepakbola kita,” ujar Menpora.

BACA JUGA:

“Kita harus konsentrasi pada pembinaan usia dini, kita sudah mempersiapkan untuk membuat fondasi seluruh cabang olahraga untuk pembinaan usia dini bisa berprestasi dan lebih baik. Kami mengapresiasi dan terima kasih sekaligus menaruh harapan besar kepada semua peserta untuk mendorong, memajukan sepakbola kita di usia dini,” ungkap Zainudin Amali.

“Karena di situlah harapan kita, karena pembinaan kita sekarang belum terstruktur dengan baik. Dengan adanya inpres persepakbolaan nasional ini diharapkan kedepan pembinaan kita bisa jadi lebih baik,” harapnya.  

“Tujuan terakhir kita adalah terbentuknya Timnas yang tangguh dan berasal dari talenta hasil pembinaan usia muda kita. Pemain kita saya harap lebih banyak mendominasi semua klub-klub yang ada di Liga 1 dan Liga 2, jangan sebaliknya menutup peluang pemain lokal untuk bisa tampil dalam skuat inti,” pungkas Menpora. (h/rol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *