Tarutung, Prestasireformasi.com- Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Indra S Simaremare mengatakan, ada dua orang warga daerah ini Positif Corona.

Kedua warga tersebut yakni HS penduduk Desa Siraja Hutagalung Kecamatan Siatas Barita dan TB penduduk Sarulla Kecamatan Pahae Jae yang berprofesi sebagai supir pada salah satu perusahaan yg berlokasi di Medan.

Dikatakan, HS selama ini bekerja di Kerinci dan kembali ke rumahnya di Siraja Hutagalung Siatas Barita pada tanggal 29 Mei 2020. Selama di rumah disebut yang bersangkutan lakukan interaksi dengan keluarga.

Kemudian pada tanggal 3 Juni 2020 HS berkunjung ke Puskesmas Siatas Barita untuk melakukan rapid test, namun tidak jadi dilaksanakan. Selanjutnya pada hari itu juga, yang bersangkutan berangkat menuju Medan dengan angkutan umum KBT.

Kemudian Simaremare mengatakan, TB tanggal 31 Mei 2020 tiba di kelurahan Sarulla dari Parlilitan tempat dia bekerja, dan selama di rumah telah berinteraksi dengan keluarga. Kemudian pada tanggal 2 Juni 2020 berangkat ke medan dengan angkutan umum KBT dan selama di Medan mereka yang terdiri dari 10 orang diinapkan di salah satu pergudangan Perusahaan di wilayah Kecamatan Medan Amplas.

” Alasan ditempatkannya ke 10 orang ini dipergudangan, karena sesuai dengan penugasan mereka dari perusahaan akan diberangkatkan ke Kalimantan pada tgl 13 Juni 2020, maka sebelum mereka berangkat dilakukan pemeriksaan sample Swab di Laboratorium Klinik RSU Bunda Thamrin Medan pada 10 Juni 2020, hasilnya, 12 juni 2020 diketahui kalau HS dan TB positif Covid-19 dan Saat ini mereka telah diobservasi di ruang isolasi RSU Royal Prima Medan”, tutur Indra Simaremare.

Lebih lanjut dikatakan, maka dalam rangka penyelidikan epidemiologi, telah dilakukan penulusuran riwayat kontak (tracing) di Desa Siraja Hutagalung dan Pasar Sarulla.

Untuk tracing yang kontak dengan HS sebanyak 4 orang anggota keluarga dan 4 orang petugas Puskesmas Siatas Barita dengan hasil Non Reaktif. Untuk tracing kontak TB di Sarulla sebanyak 3 orang juga dengan hasil yang sama.

” Selanjutnya kami berharap, jika ada yg merasa pernah kontak dengan HS di Desa Siraja Hutagalung dan TB di pasar Sarulla agar melapor ke Puskesmas Sarulla dan Puskesmas Siatas Barita.” Tegas Simaremare.

Dalam kaitan terpaparnya dua warga Taput dengan Pandemi Covid-19 ini, maka Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Taput akan lakukan penelusuran lanjutan untuk mengetahui dari mana mereka terpapar.

” Perlu kami sampaikan, mengingat kedua orang tersebut selama ini bekerja di luar Taput yakni di Kerinci dan di Parlilitan, dan mendasari hasil rapid test terhadap keluarga yg kontak dengan mereka hasilnya Non Reaktif, maka belum dapat dipastikan mereka terpapar dari mana. Untuk itu akan dilakukan penelusuran lebih lanjut.” Kata Indra S Simaremare.

Khusus dalam penyebutan zona, dimana Taput disebut zona Merah sedang dilakukan koordinasi, perlu di klarifikasi karena tidak ada acuan yang jelas dari penentuan zonasi ini. Untuk itu kami harapkan agar penentuan zonasi ini ada kriteria dan acuan yang jelas karena ini merupakan informasi penting bagi masyarakat.

” Saat ini Taput sedang memasuki masa transisi menuju tatanan hidup baru yang produktif dan aman dari Covid-19. Tetap ikuti protokol kesehatan agar terhindar dari penularan covid-19.” Pesan Simaremare mengharap.(Jas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *