Pahae/Taput, PRESTASIREFORMASI.COM – Dua unit rumah hangus terbakar, terjadi sekitar pukul 09.30 Wib, akibat anak bermain mancis, di Dusun Mahassan Desa Sitolu Bahal Kecamatan Purbatua, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Rabu (03/06).

Keterangan yang diperoleh dari warga sekitar menyebut, bahwa kebakaran dua unit rumah semi permanen itu adalah milik Masniari boru Simamora (mak Janter Sitompul/nenek anak yang bermain mancis umur 55 tahun yang suaminya telah lama meninggal dunia) dan rumah Tokke Simbolon (TS) umur 31 tahun (orang tua si anak).

Putri korban Annum boru Sitompul, menjelaskan, pagi sebelum rumah orang tuanya terbakar, dia bersama ibu boru Simamora pergi ke ladang yang jaraknya lumayan jauh.

Sementara kakaknya yang menempati rumah persis di samping rumah ibunya, sedang mencuci pakaian di kamar mandi dan panik saat anaknya melaporkan ada kebakaran dalam kamar.

Namun, tiba-tiba mereka mendapat kabar dari tetangga kalau rumahnya telah terbakar. Mereka lalu bergegas pulang dari ladang dan melihat rumah mereka dan kakaknya telah hangus terbakar dan sudah rata dengan tanah.

“Saat saya dan ibu tiba di rumah, kami melihat rumah sudah habis terbakar dan tak sempat menyelamatkan barang-barang,” ujar Annum.

Ditambahkan, rumah yang ditempati bersama sang ibu boru Simamora ini, bersebelahan dengan rumah abang iparnya TS. Isi rumah dan barang-barang ludes semua terbakar. Dimana satu unit Mobil Pemadam Kebakaran baru tiba sekitar 45 menit.

Disebutkan bahwa api bersumber dari salah seorang anak TS yang bermain main dengan pemantik gas dalan kamar yang menyambar pakaian dan tilam, dimana pemukiman tersebut seperti biasa dalam keadaan kosong karena warga sudah beraktifitas di lahan pertanian. Akibatnya api cepat membesar dan menghanguskan dua rumah tersebut.

Kapolres Taput melalui Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing membenarkan peristiwa itu dan telah mengamankan TKP untuk lanjutan pemeriksaan para saksi-saksi.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini dan kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah,” ujar Baringbing seraya menambahkan agar para orang tua lebih hati-hati dan menghindari benda yang dapat membahayakan anakt-anak.(Jas)

BACA JUGA:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *