Bungo, PRESTASIREFORMASI.Com – Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) yang terletak di Provinsi Yogjakarta merupakan satu-satunya sekolah perguruan tinggi yang sangat di minati oleh seluruh masyarakat Indonesia, termasuk anak-anak dari Kabupaten Bungo.

Sebanyak 30 anak dari Kabupaten Bungo beberapa tahun yang lalu sudah mengikuti magang selama 4 bulan di Yogjakarta, yang mana dari 4 bulan tersebut, 2 bulan mereka magang di perusahaan-perusahaan yang ada di Yogjakarta.

Selanjutnya mereka yang sudah menyelesaikan magang akan dipekerjakan di 11 perusahaan yang ada di Kabupaten Bungo.

Alhasil lebih kurang 30 orang yang mengikuti magang di STIPER Yogjakarta hingga sekarang ini tidak ada satupun yang bekerja di perusahaan yang ada di Kabupaten Bungo.

Salah satu orang tua siswa yang berasal dari Dusun Danau yang enggan di sebut namanya mengatakan, sebagai salah satu orang tua dari anak yang mengikuti magang di STIPER beberapa tahun yang lalu menuntut hak anak untuk diterima di perusahaan yang ada di Bungo kepada Kepala Dinas Nakertrans Bungo.

“Kami masih ingat beberapa tahun yang lalu ketika anak kami mengikuti tahap penyeleksian di kantor Nakertrans, bahwa Anna Lukita sebagai Kepala Dinas Nakertrans Bungo mengatakan siap diterima sebagai karyawan di semua perusahaan yang ada di Kabupaten Bungo,”njarnya Rabu (27/05).

Siap diterima di semua perusahaan apabila anak-anak ini sudah mengikuti magang di STIPER Yogjakarta selama dalam kurun waktu 4 bulan.

“Mereka sudah menyelesaikan magang sejak akhir tahun 2018 yang lalu, hingga kini mereka belum di pekerjakan,”kata salah satu orang tua anak yang mengikuti magang di STIPER.

Untuk diketahui program STIPER ini merupakan program dari pemerintah Kabupaten Bungo yakni program Bupati Bungo H. Mashuri, SP. ME.

“Memang program ini merupakan program ide Pak Bupati Bungo H. Mashuri untuk mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bungo,” lanjutnya.

Ternyata program dari Pak Bupati tersebut tidak di indahkan oleh Kepala Dinas Nakertrans Bungo Anna Lukita.

“Dikabarkan akhir tahun 2019 yang lalu Anna Lukita telah menerima lebih kurang 20 orang yang bekerja di PT BMM Kecamatan Babeko,” ungkapnya.

20 orang tersebut tidak ada mengikuti magang selama 4 bulan di STIPER Yogjakarta.

“Anna bersama Kepala Bidang Tenaga kerja diduga telah menerima sejumlah fee untuk merekrut tenaga kerja baru yang bekerja di PT BMM,” tandasnya.

Padahal masih ada lebih kurang 30 orang anak magang yang telah mengikuti magang di STIPER belum dipekerjakan satupun.

Sementara itu beberapa bulan yang lalu media ini sempat mewawancarai manager PT BMM Bintang mengatakan, iya akhir tahun kemarin PT BMM ada menerima lebih kurang 20 orang yang bekerja disini.

“Perekrutan karyawan tersebut disaksikan oleh Kepala Dinas Nakertrans Bungo, Kepala Bidang Tenaga Kerja, Camat Bathin II Babeko, Kapolsek, Rio, dan anggota BPD,” singkat Bintang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *