Tarutung,Prestasireformasi.com- Bupati Tapanuli Utara (Taput) Drs Nikson Nababan MSi didampingi wakil Bupat Sarlandy Hutabarat dan Sekda Indra Sahat Simaremare memimpin Rapat Koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait tindak lanjut Penangangan Penyebaran Covid-19 di daerah ini, bertempat di Sopo Rakyat Kanopi Rumah Dinas Bupati Tarutung, Jumat (22/05).

Forkopimda yang turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Poltak Pakpahan, Dandim 0210/TU Rony Agus Widodo, Kajari Tatang Darmi, Wakapolres Taput Mukmin Rambe dan juga dihadiri Asisten I Parsaoran Hutagalung serta beberapa pimpinan Perangkat Daerah.

“Terkait perkembangan terakhir kondisi penyebaran covid-19 bahwa kemaren bertambah lagi 2 pasien positif corona, kita perlu ambil langkah-langkah lebih ketat lagi, termasuk apabila ada hasil Rapid test dari tracing yang dilakukan adalah reaktif, maka yang bersangkutan wajib isolasi di RSU. Kita harus paham bahwa pelaksanaan tracing seperti ini susah dilakukan. Kita juga berharap TNI/Polri turut mengawasi warga yang ditracing tersebut demi kenyamanan bersama,” ucap Bupati.

Bupati bersama Forkopimda juga membahas terkait penyaluran berbagai bantuan sosial dari Pemerintah, pembangunan ruang operasi khusus pasien Reaktif dan positif covid-19, dimana Poliklinik Rawat Jalan di RSUD Tarutung sudah berjalan seperti semula sejak tanggal 12 Mei lalu.

Pada kesempatan tersebut, para peserta rapat memberikan masukan terkait beberapa langkah yang perlu dilakukan sebagai bentuk ketegasan agar masyarakat tetap laksanakan himbauan terutama hindari kerumunan dan wajib pakai masker.

Dandim Rony Agus Widodo menambahkan kalau kegiatan validasi data penerima bantuan harus dengan legalitas yang sah.

” Disiplin masyarakat masih sangat jauh dari yang diharapkan, dikhawatirkan dapat mengakibatkan penyebaran virus corona semakin tidak terkendali. Kegiatan validasi data penerima bantuan yang melibatkan TNI dan Polri harus dengan suatu legalitas yang sah, sehingga transparansi yang kita lakukan ini akan mampu memberikan kepercayaan masyarakat,” ucap Dandim 0210/TU Rony Agus Widodo.

Sementara Wakapolres menyampaikan masukan dari Kapolres Taput Jonner Samosir, bahwa sebaiknya pelaksanaan Takbiran dan Sholat Id di rumah saja.

” Kita bersama Kodim dan Satpol PP akan tetap melaksanakan razia kerumunan masyarakat di warung-warung, ini masih aktif dilakukan dan terkesan kesadaran masyarakat masih kurang perduli.” Kata Mukmin Rambe.

Usai diskusi bersama, disepakati bahwa Rakor selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 29 Mei untuk menentukan masa tanggap darurat.

“Kita sepakati bersama bahwa tetap dihimbau agar pelaksanaan Ibadah dilaksanakan di rumah saja sampai dengan masa tanggap darurat yang telah kita tetapkan. Kita juga sepakati langkah tegas dalam membubarkan kerumunan masyarakat, pengawasan di Pasar agar semua pengunjung pasar wajib pakai sarung tangan dan masker, tetap melakukan sosialisasi himbauan ini, bila perlu kita siapkan sanksi bagi yang melanggar,” lanjut Bupati

“Kita juga perlu bersama-sama antisipasi keresahan yang disebarkan melalui media sosial yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan ditengah masyarakat.
Finalisasi penyempurnaan data Kemensos dilakukan dengan koordinasi penuh yang melibatkan Babinsa dan Babinkamtibmas. Kita tetap upayakan percepatan penyaluran segala bentuk program Bantuan Sosial dari Pemerintah termasuk dari Dana Desa,” ucap Bupati mengakhiri Rakor tersebut.

Pada rakor ini diinformasikan terkait penyaluran berbagai Bansos, antara lain:
BST Kemensos sebanyak 22.231 KK dan yang sudah tersalur sekitar 20.000 KK pada bulan April lalu.

Bansos Pemprovsu sesuai DTKS sebanyak 27.237 KK sebesar Rp. 6.128.325.000,- disalurkan melalui 113 e-warung dan sudah launching 2 hari lalu pada 4 desa.

BLT Dana Desa yang sudah melalui Mudemus dengan perkiraan anggaran Rp. 50.135.400.000,- sampai dengan hari ini sudah tersalurkan sebesar Rp. 1.341.600.000,- di 31 Desa kepada 2.236 KK. Bantuan sembako bersumber dari APBD Kabupaten, lebih dari 8.500 paket.

BLT masyarakat miskin di 11 Kelurahan se-Taput kepada pekerja sektor informal/harian dan individu/masyarakat lainnya yang memiliki resiko sosial terdampak pandemi covid-19 dengan ketentuan: bukan penerima Bansos Pemerintah, bukan PNS, TNI-Polri, Pensiunan, Pegawai BUMM/BUMD dan bantuan juga diberikan kepada masyarakat miskin tinggal di Taput namun bukan KTP Taput.

Laporan dari kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSU terkait kondisi penyebaran covid-19, terkonfirmasi positif 3 orang, 1 orang telah dinyatakan sembuh. Saat ini 4 orang pasien yang diisolasi di RSU Tarutung (2 positif corona dan 2 PDP).

Terkait tindak lanjut tracing kontak atas 2 orang yang terkonfirmasi positif telah dilakukan sejak 19 Mei 2020 dengan metode Rapid Test kepada 68 orang.(Jas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *