UNTAIAN PUISI

MENGHITUNG RAMADHAN SAAT COVID-19 MENYERANG

Ramadhan Tinggal menghitung hari,
Sang Pujaan Hati yang selalu dinanti
Bulan mulia yang hanya bertemu setahun sekali
Entah tahun depan bersapa sua lagi

Tatkala awal Ramadhan 1441 Hijriyah menyeru
Siyam pertama di hari Jumat 24 April duaribuduapuluh
Virus corona menyebar bak lebih gesit dari peluru
Segenap insan gentar merasa nyawa kan luruh

Pandemi virus corona si Covid-19 yang tak kasat mata
Merengkuh dan meluruh asa dan kuasa umat manusia
Bertekuk tak berdaya berharap dan berdoa cepat reda
Sambil menanti vaksin si pengobat yang bisa mencegah

Umara dan para Punggawa kurang singkron tak beraturan
Hiruk pikuk luncurkan beragam aturan saling berbenturan
Sedangkan pandemi Covid-19 kian melenggok berhamburan
Menerpa tak pilih bulu, ratusan ribu berakhir di kuburan

Desember 2019, bermula di Tiongkok di Kota Wuhan
Wabah Virus Corona renggut nyawa satu demi satu
Penguasa tiada daya, warga panik histeria dan hilang harapan
Entah pada siapa mengadu, hati beku, lidah kelu asa kaku

Pada 14 Mei 2020, Negara terserang wabah sudah berjumlah 216
Terkonfirmasi positif terjangkiti 4.218.212 dan meninggal 290.242

Ramadhan serasa baru datang akan segera pulang
Tinggalkan dunia dirundung nestapa alang kepalang
Interaksi sosial, ekonomi dan budaya telentang tak melenggang
Semoga Ramadhan mendatang hidup lebih terang benderang!

Husor Parissan Sitompul (HPS)

Medan, Malam 21 Ramadhan 1441 H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: