Labura,prestasi reformasi.com – Di tengah situasi pandemi covid 19 ini seorang oknum kepala desa Halimbe Kabupaten Labuhanbatu Utara, berinisial W masih sempat sempatnya ingin melampiaskan nafsu bejatnya. Ketika itu, warga sedang sibuk-sibuknya melakukan penyemprotan disinfektan, eh eh… malah oknum kepala desa tersebut ingin melakukan percobaan pemerkosaan terhadap seorang wanita bersuami.

Informasi yang berhasil dihimpun awak media menyebutkan, kelakuan Kades W kerap kali berbuat hal serupa. Tahun yang lalu sempat juga heboh, oknum kades W ada main dengan isteri orang lain dan perbuatannya ketahuan.

Kabarnya agar kasus tersebut tidak berlanjut ke ranah hukum, berujung damai dengan membayar denda sebesar Rp. 50 juta.

Namun perbuatan oknum kades Halimbe tersebut tidak berakhir, buktinya di kala orang panik dan ketakutan hadapi pandemi virus corona, W malah sibuk mikirkan pelampiasan syahwatnya.

Komisi A mengadakan Rapat dengar pendapat (RDP) berkaitan dengan kasus oknum Kades Halimbe yang disebut gemar berbuat cabul terhadap wanita bersuami. RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi A diketuai A. Azwan Hutapea. (Foto: istimewa)

Perangai bejat itu tentu sangat mencoreng arang di kening pemerintahan desa, sehingga membuat legislatif berang. Akibatnya, DPRD Labura keluarkan surat Rekomendasi DPRD Labura bernomor : 170/81/DPRD/2020, berisikan Rapat dengar pendapat (RDP) dengan komisi A yang diketuai A. Azwan Hutapea.

Kesimpulan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut adalah:

  1. Memberhentikan Kades Halimbe secara tidak hormat.
  2. Memberikan teguran keras terhadap camat Aek Natas atas penyalah gunaan stempel/cap jabatannya di luar kewenangan ya.

Ketua komisi A DPRD Labura saat ditanya kapan eksekusi berlangsung. Dia menjawab tinggal menunggu pihak eksekutif. Rekomendasi sudah kita serahkan (sumber Laburaku-red).

Mudah mudahan dalam waktu dekat Bupati Labura H. Khairuddin Syah, SE segera merespon cepat atas tindakan amoral yang dilakukan oknum kades tersebut, agar eksekusi segera dapat dilakukan untuk menjawab keresahan warga perkebunan Halimbe dan menjadi contoh bagi Kades lainnya untuk tidak berbuat amoral!.(Saiful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *