Omset Pedagang Kue Lebaran di Barus Merosot Tajam

Barus/Tapteng, Prestasireformasi .Com – Pengaruh wabah pandemi Covid -19 yang masih terus berlanjut, dampaknya sangat dirasakan sejumlah pedagang kue kering utnuk kebutuhan Hari raya Idul Fitri di kecamatan Barus Kabupaten Tapanuli Tengah.

Omset penjualan mereka menurun drastis bila dibandingkan dengan Hari Raya tahun lalu.

“Untuk tahun ini di tengah merebaknya Covid -19, penjualan kita turun drastis. Daya beli masyarak”at jauh merosot,” Kata Aty Siambaton, seorang penjual kue kering untuk Lebaran ketika ditemui Prestasireformasi. Com di kediamannya desa Kampung Solok, kecamatan Barus, Selasa (12/5-2020).

“Untuk persiapan lebaran tahun ini yang tinggal beberapa hari lagi di tengah Covid -19 saya takut memasaknya dengan jumlah banyak karena sepinya pembeli takutnya nanti tidak laku,” sebutnya.

Menurut Aty setiap tahun bulan Ramadhan ia memasak sepuluh jenis kue seperti kue Sapik, kue Kacang, Putu Bendera, Mayang Papan kue Xamprit dan yang lainnnya. Dari setiap jenis kue yang dimasak masing -masing menghabiskan tepung 100 kg.

“Untuk persiapan Hari Raya kali ini omset turun drastis 50 persennya karena pelanggan yang memesan pun jauh menurun, kue-kue yang sudah dimasak dijual di pekan onan Barus setiap pekan Rabu dan Sabtu” ujarnya.

Aty juga mengatakan, disamping sepinya daya beli masyarakat ditambah lagi dengan tantangan lain yang dihadapi mahalnya harga beberpa bahan yang diperlukan seperti gula pasir.

Namun begitu kita tetap mengutamakan kwalitas dagangan yang ditawarkan serta harganya pun terjangkau ” kwalitas dan takaran porsinya tetap seperti biasa, ” tutup Aty. (Zurlang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: