Wanita yang Dikubur itu Istri Siri Tersangka, Dibeli dari Preman Jalanan

Petugas saat mengevakuasi jenazah perempuan yang dikubur pelaku di halaman belakang kontrakan di Perumahan Griya Blok D RT 03/04, Desa Kabasiran, Parungpanjang, Jumat (8/5). (Foto: Radar Bogor)

Bogor, PRESTASI REFORMASI – Kasus penemuan makam di rumah kontrakan di Perumahan Griya Blok D RT 03/04, Desa Kabasiran, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, perlahan-lahan mulai terkuak. Makam tersebut merupakan seorang wanita warga Tasikmalaya.

Hal itu dikatakan SM (17), istri siri tersangka AA (37) saat diperiksa penyidik Polsek Parung Panjang.

Menurut SM, wanita yang dikubur itu adalah anak jalanan. Korban dibeli oleh AA dari seorang preman jalanan.

Wanita itu dinikahi secara siri oleh AA, kemudian dibawa ke rumah kontrakannya di Perumahan Griya Blok D RT 03/04, Desa Kabasiran, Parungpanjang.

Di rumah kontrakan itu, AA tinggal bersama dua istri sirinya, yakni SM dan wanita asal Tasikmalaya itu.

Pada awal 2020, wanita yang berusia sekitar 20 tahun tersebut sakit-sakitan. Menurut SM, dia dan wanita itu kerap disiksa oleh AA.

Pada Februari 2020, wanita yang belum diketahui namanya tersebut akhirnya meninggal dunia. Ia meninggal pada pagi hari. Namun dia tidak langsung dikubur karena AA mengira mati suri.

“Dia (AA) bilang takutnya mati suri. Jadi didiamkan selama dua hari. Sampai badannya tuh sudah busuk, sudah dikerumuni oleh semut,” kata SM kepada polisi.

AA akhirnya mengubur jenazah wanita itu di halaman belakang rumah kontrakan.

Polisi kemudian membongkar makam tersebut pada Jumat (8/5) pagi. Jenazahnya dievakuasi ke rumah sakit menggunakan mobil ambulans untuk diautopsi.

“Hari ini kami sedang melakukan penggalian. Diduga jenazah korban sudah dikubur sejak Februari 2020 oleh pelaku AA,” kata Kapolsek Parungpanjang Kompol Nundun Radiaman.

Nundun menjelaskan, hasil pemeriksaan tim forensik, korban mengalami kekerasan fisik sebelum meninggal.

Menurut Nundun, pelaku bisa diganjar pasal 33 Junto 351 dengan ancaman di atas 7 tahun penjara.

“Kami belum mengarah ke pembunuhan berencana, karena masih dilakukan pemeriksaan saksi. Pelaku penjelasannya berbeda-beda,” katanya. (h/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: