Ilustrasi diduga menculik anak
Tarutung,PRESTASI REFORMASI.COM – Seorang pria yang dicurigai lakukan penculikan anak di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), telah mengundang perhatian masyarakat di daerah ini.

Akibatnya Polres Taput dengan cepat turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan seraya mengamankan pelaku sehingga lolos dari amukan massa.

Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen MPsi, melalui Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing kepada wartawan menjelaskan, kejadian tersebut berawal, pada Senin (27/04), sekira pukul 10.00 Wib, di Jalan Balige km 7, Kelurahan Situmeang Habinsaran Kecamatan Sipoholon.

Saat itu seorang laki-laki, Dennis Silaban (DS) 16 tahun warga Desa Parbotihan Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan, nyaris dihakimi warga di TKP. Dennis Silaban diteriaki pemilik rumah, Rivai Situmeang dengan tuduhan hendak menculik anaknya.

Dijelaskan Aiptu Baringbing, dari hasil pemeriksaan penyidik di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), kalau DS ke rumah Rivai Situmeang bukan berniat menculik, tetapi hendak mengambil sarung untuk di pakainya.

Dikatakan, saat DS mengambil sarung dari dalam rumah, ternyata ada anak bayi di dalam yang sedang menangis. Dimana ibu bayi datang dan melihat orang yang tidak dikenal ada dalam rumahnya membuat dia berteriak dengan menyebut “Penculik Anak” . Karena teriakan itu, seketika warga berdatangan dan nyaris menghakimi DS.

Beruntung, DS bisa diselamatkan karena saat itu  anggota polisi yang berpatroli sedang melintas dan langsung mengamankannya ke Polres Taput.

“DS mengambil sarung dari rumah tersebut, karena hendak dipakainya untuk malam hari agar tidak kedinginan. Menurutnya dia tidak tinggal di rumah tetapi berpindah-pindah tempat. Tinggal dan tidur dimana saja, seperti malam sebelum kejadian, dia tidur di Terminal Tarutung,” jelas Aiptu Baringbing.

Dari keterangan DS kepada petugas yang memeriksa, dia mengaku berangkat dari Parbotihan tanggal 23 April 2020, tanpa tujuan jelas dan tiba di Terminal Tarutung, Minggu 26 April 2020 dan tidur di kaki lima.

Sesuai pengakuan pria lajang tersebut petugas Polres Taput konfirmasi ke Kepala Desa Parbotihan Kecamatan Onan ganjang melalui telepon, dimana Kades mengakui kalau orang tersebut adalah warganya. Kades mengaku, DS sering lari dari rumah pergi tanpa tujuan dan tidak diketahui keluarganya.

Bahkan, beberapa bulan lalu dia baru dijemput dari Rantauprapat Kabupaten Labuhan Batu. Keluarga juga mengaku, DS ada memang sedikit keterbelakangan mental.

“Pada saat kita periksa, Dennis yang masih berstatus anak di bawah umur ini, jawabannya lain-lain. Kadang saat ditanya dalam pemeriksaan, jawabnya entah apa,” ujar Aiptu Baringbing.

Namun, saat ini DS masih tetap diperiksa untuk memastikan apa maksud dan tujuannya ke rumah Rivai Situmeang.

” Pihak keluarga telah dihubungi. Jadi kita menunggu orang tuanya tiba di Polres Taput untuk diminta penjelasan resmi,” kata Baringbing. (Jas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *