Mick Jagger dan The Roling Stones

HIBURAN, PRESTASI REFORMASI.COM – Pada saat umat manusia dicekam ketakutan dan kepanikan menghadapi pandemi virus Corona (Covid-19), ibarat setetes air di gurun pasir yang gersang, Rocker gaek Mick Jagger menghibur sekalian menghorror para penggemarnya dengan lagu Hits bertajuk Living in The Ghost Town’.

Media masa terkemuka Inggris, ’The Guardian’ menyambut gembira dirilisnya lagu Mick Jagger, si-ikon ‘lidah melet’ itu.

Media itersebut menyatakan, wabah virus Corona ternyata jelas menginformasikan bahwa Jagger-lah ternyata yang paling kreatif. Ini karena kreasi dia mendahului para musisi pop dan rock masa kini lain dalam mengeluarkan karya di tengah amuk pandemi Corona.

Memang sungguh luar biasa, hanya dalam tiga hari lagu ini setelah diunggah di Youtube sudah ditonton lebih dari 2.646.479  juta kali, serta mendapat klik dari 1,89 jt subscriber. Dan ini layak dan hebat.

Jagger yang sudah bisa disebut kakek ini tetap mampu tampil menyanyi dengan suara prima yang ‘sengau-sengau sedap’. Bandnya, The Roling Stones, kompak mengiringi dengan gaya aransemen khas ‘stones’ yang semi blues itu.

Tak ada yang berpikir atau menyangka justru Rolling Stones akan lebih maju lebih awal ke pasar dengan lagu bertema Covid-19. Mereka mendahului musisi lainnya.

Lagipula, semua tahu dalam kemitraan penulisan lagu antara Jagger dan anggota The Rolling Stones lain, seperti sang gitaris Keith Richards belakangan cenderung sudah ogah-ogahan membuat lagu baru.

Mereka tak bergairah lagi layaknya sikapnya selama ini pada musim gugur di tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, sudah delapan tahun sejak Stones merilis lagu asli dan sejak album terakhir mereka ‘A Bigger Bang’, Stones tak pernah merilis lagu baru.

Bahkan bagi Stones mereka seolah tak lagi tergiur dengan riuh penonton stadion yang mengeluk-elukannya. Padahal pada pentas tour Eropanya yang dimulai sekitar 2017 show mereka selalu laris manis sebelum dihentikan akibat pandemi Corona ini.

Semua tahu Stones tetap kaya raya karena konsernya belakangan ini menjadi terlaris di Eropa dalam 25 tahun terakhir.  Mereka pun meraup penghasilan luar bisa hingga mencapai 237 juta dolar AS. Sebuah jumlah penghasilan yang sangat menggiurkan.

Maka, adanya rilis lagu ‘Living in The Ghost Town’  boleh jadi menjadi arena pemaaf bagi penggemarnya yang selama ini merindukan lagu baru.

Ini karena album Stones terakhir adalah ‘Blue and Lonesome’, hanya terdiri dari lagu blues lamanya dari sampul kaset zaman ‘bahuela’ yang hanya memakai sampul bertuliskan R&B.

Uniknya, meski terbilang albun ini sederhan, bagi beberapa orang penggila Stones tetap dianggap  merupakan salah satu album terbaik yang lahir dalam beberapa dekade terakhir ini.

Jadi bila anda penggemar berat Stoneis, kemunculan lagu ‘Living in The Ghost Town’ adalah salah satu pengobat rindu, karena sempat sebelumnya banyak orang berasumsi bahwa Rolling Stones tidak akan pernah lagi merilis lagu-lagu baru. Paling tidak karena mereka juga tahu penjualan album ‘Blue and Lonesome’ telah memiliki nilai jual yang sangat menyenangan. Album ini dianggap seolah  mengembalikan keriangan dan citra rasa blus ala stones.

Dan bagi Jeager sendiri lagu ‘Hidup di Kota Hantu’ (Living in The Ghost Town) liriknya sangat menakutkan. Katanya,  “Lagu ini tentang kisah manusia yang selama ini berada di tempat yang penuh kehidupan, dan sekarang tiba-tiba kehilangan kehidupan, bahkan penuh dengan wabah penyakit.”

The Guardian lalu menyebut bila lagu ini sangat Jaggerishly alias penuh lenguhan khas Jagger. Di lagu ‘Living in The Ghost Town’ terdengan ada lapisan suara tipis distorsi yang mencakup harmonika dan vokal Jagger.

Gaya ini persis dengan lagu Stones yang lain seperti dia tampil dalam konsernya yang bertajuk ‘’ You Can Always Can Get What You Want di One World: Together At Home.

Dalam lagu itu suara Jagger berpadu dengan cabikan gitar Keith Richards dan pukulan drum Ronnie Wood yang melilit di sekitarnya. Pendek kata, lagu ini cukup menggigit dan bisa bebas dari rasa yang merusak suasana, terutama bagi Jagger sendiri yang kini telah berusia  76 tahun.

‘Kurang ajarnya’ lagi, meski baru satu hari dirilis, lagu  “Living in a Ghost Town” berada di puncak tangga lagu-nya iTunes. Posisi yang didapat lagu ini jauh di atas singgle terbaru musisi masa kini seperti Travis Scott, The Weeknd, Drake, Megan Thee Stallion, bahkan Justin Bieber sekalipun.

Alhasil, meski sudah terdiri dari kumpulan para kakek ‘The Rolling Stones’ ternyata masih ampuh! h/disunting dari republika.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *