Hina Presiden Jokowi di Medsos, Pemuda Karimun Diciduk Polisi

Armansah  alias Bylonk diamankan polres Karimun.

Karimun, PRESTASI REFORMASI.COM – Salah seorang Pemuda berinisial Armansah  alias Bylonk (36 th) asal Padang Pariaman beralamat di RT 001 RW 002, Kelurahan Sungai Lakam Timur Kecamatan Karimun, akhirnya diamankan Pihak Kepolisian.

Pelaku yang diduga menghina Presiden RI Jokowi dan membuat status ujaran kebencian di akun Facebook milik pribadinya. Terduga diamankan petugas berdasarkan laporan Polisi No. LP-A.738/IV/2020/Reskrim tanggal 13 April 2020, laporan tersebut atas nama Briptu Yuliana F. Simanjuntak.

Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono.S.I.K. dalam  keterangan pers, Selasa (14/4/2020 ) sore dinihari.

Kasat Reskrim membeberkan, bahwa postingan pelaku terungkap pada Kamis (7 April 2020), Pelapor yang juga anggota Polres Karimun ketika itu  sedang melaksanakan patroli Cyber di Sosial Media Facebuk, kemudian pelapor melihat serta membaca postingan status dari Akun Facebook Armansyah Byloon yang isinya penghinaan terhadap Presiden Jokowi.

Kasat Reskrim Hery menjelaskan, ada beberapa penggalan kalimat postingan status dari Akun Armansyah Bylonk yang berisikan penghinaan  yakni “Joko Widodo yang saat ini menjabat Peresiden Negara besar namun Impoten. Anda tidakmemiliki otak untuk berfikir , hati untuk merasa kecemasan kegelisahan dan ketakutan akan wabah kematian,”.

Postingan Bylonk lainnya; “Peresiden pilihan para taipan pilihan kaum munafik pimpinan Abu janda Republik ini, pilihan jenderal- jenderal dan pilihan anak anak keturunan  pengkianat PKI pada Republik ini yang telah melakukan aksi kudeta berdarah 30 September 1065 namun gagal oleh kakek- kakek kami, “.

Kasat Reskrim menirukan bacaan postingan Bylonk tersebut.

“Sementara barang bukti saat ini telah diamankan oleh Pihak Kepolisian berupa 1 Unit Hanphone merek Vivo type 1808 berwarna merah, serta screenshood postingan status akun Facebook Armansyah Byloonk, “kata AKP Herie Pramono.S.I.K.

Pelaku terduga menghina Presiden RI Armansyah Bylonk dapat dijerat dengan pasal  45 ayat (2) jo pasal 28 ayat ( 2) Undang- undang RI No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Sebagaimana yang telah diubah dengan Undang – Undang RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang Undang RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektonik  atau pasal 208 ayat (1) KUH Pidana dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan/denda paling banyak Rp. 1.000.000.00, Pungkas Kabid Humas Polda Kepri. Kombes Pol Herry Goldenhardt, sore kemarin. ( Yuliana )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: