Status ODP Di Dairi Sebanyak 35 Positif 1 Orang

Dairi, prestasireformasi.com – Pemerintah Kabupaten Dairi merilis data terbaru corona terkait pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) di wilayah Kabupaten Dairi.

Hingga Kamis (2/4/2020) pukul 16.00 WIB ada ODP sebanyak 35 orang, dan 1 orang terkonfirmasi positif corona di Kabupaten Dairi dan sedang dirawat di Rumah Sakit H. Adam Malik Medan. Bersyukur keadaannya membaik.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Diseas 2019 (Covid-19) di Kabupaten Dairi, ODP corona Covid-19 tersebar di 6 (enam) Kecamatan yakni Kecamatan Sidikalang 5 orang, Kecamatan Tanah Pinem 22 orang, Kecamatan Gunung Sitember 1 orang, Kecamatan Siempat Nempu 1 orang, Kecamatan Sumbul 3 orang dan Kecamatan Parbuluan 1 orang. Sedangkan pasien terkonfirmasi positif yang sedang dirawat di RSU H. Adam Malik berasal dari Kecamatan Sidikalang.

Dari data tersebut, terlihat paling banyak jumlah ODP terdapat di Kecamatan Tanah Pinem sebanyak 22 orang. Jumlah ODP 22 orang ini adalah pendatang atau perantau yang baru pulang dari Batam, Medan, Manado, Semarang dan Jakarta.

Dari sejumlah 65 orang OTG berakhir masa isolasi mandiri mereka pada tanggal 31 Maret 2020. OTG sebelumnya termasuk para medis yang melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif.

Trend data saat ini menunjukkan jumlah ODP mengalami penurunan dan OTG menjadi kosong sesuai dengan habisnya masa isolasi mandiri. Dimana pada tanggal 27 Maret 2020 OTG sebanyak 65 orang dan ODP sebanyak 58 orang.

Sebelumnya Kamis tanggal 2 April 2020 ada 2 orang pasien yang dirawat di ruang isolasi RSUD Sidikalang, karena keadaaan pasien telah membaik oleh Dokter telah diizinkan pulang.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Diseas 2019 (Covid-19) di Kabupaten Dairi dr. Edison Damanik mengungkapkan bahwa data itu bisa diakses real time melalui laman https://infocorona.infodairi.com/

“Datanya kita perbarui realtime terhubung langsung dengan data status OTG/ODP yang terdata melalui 5 POS batas wilayah yang telah beroperasi beberpa terakhir ini,” dr. Edison Damanik.

Terpisah Bupati Eddy Berutu menghimbau bagi masyarakat perantau yang sudah di Dairi sebelum adanya himbauan bagi perantau, agar para perantau yang baru tiba sebaiknya mengisolasi diri selama 14 hari sebelum berinteraksi dengan orang sekitarnya untuk mencegah penyebaran wabah covid-19.

Sekali lagi Bupati menghimbau para perantau membantu pencegahan penyebaran covid-19 ini.

“Kepada Camat, Kepala Desa hingga Kepala Dusun saya mengajak untuk aktif mengecek lingkungannya terhadap kehadiran warga atau tamu dari luar kota”, tegas Bupati.

Pemerintah Kabupaten Dairi terus meminta kerjasama masyarakat dan semua pihak untuk mensosialisasikan dan mengedukasi betapa pentingnya melaksanakan standar yang diterapkan.

Bupati Dairi juga mengimbau antara lain perilaku hidup bersih dan sehat, bekerja, belajar dan beribadah di rumah, pembatasan social dan fisik (social distancing/ physical distancing) untuk mencegah tertularnya virus corona.

Sebagai informasi, pasien dalam pengawasan (PDP) adalah orang dengan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) yaitu demam (≥38⁰C) atau riwayat demam, disertai salah satu gejala/tanda penyakit sistem pernafasan seperti batuk/ sesak nafas/ sakit tenggorokan/pilek/pneumonia ringan hingga berat dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di Negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal; Orang dengan demam (≥38⁰C) atau riwayat demam atau ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19; Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan peraDwatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Orang Dalam Pemantauan (OPD) adalah orang yang mengalami demam (≥38⁰C) ) atau riwayat demam atau gejala gangguan sistem pernafasan seperti batuk/ sesak nafas/ sakit tenggorokan/pilek/ dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di Negara/wilayah yang melaporkan transmisi local; Orang yang mengalami gejala gangguan sistem pernafasan seperti pilek/sakit tenggorokan/ batuk dan 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19.

Orang Tanpa Gejala (OTG) adalah seseorang yang tidak bergejala dan memiliki resiko tertular dari orang konfirmasi COVID-19. Orang tanpa gejala (OTG) merupakan kontak erat dengan kasus konfirmasi COVID-19.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi Dr. Edison Damanik No. WA 082282627332 (hanya chat). (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: