Siempat Rube/PPB. prestasirefirmasi.com – , Mutu rabat beton di Siempat Rube I Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat (PPB) yang dikerjakan 2019 lalu diragukan kualitas dan ketahanannya.

Hal itu terungkap setelah Agen Badan Intelegen Lembaga (BIL) Perkumpulan LI TIPIKOR – AHICW Jakarta, Senin, 16 Desember 2019 telah monitoring, pengamatan visual, pengukuran dan pendokumentasian foto dan video pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi bangunan Rabat Beton tersebut.

Proyek yang dikerjakan Satker Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia ini dilaksanskan CV Suranta Raja senilai Rp 909. 211. 689. 18.

Namun ditemukan beberapa kejanggalan, diduga ketidak sesuaian perencanaan dan ketetapanan pada kontrak kerja yang berpotensi menimbulkan Keugian Keuangan Daerah/Negara.

Perkiraan kerugian negara itu uraiannya sebagai berikut :
– Berdasarkan pengukuran yang kami lakukan diketahui bahwa panjang bangunan Rabat beton ini adalah : 565 Meter Lebar 4.1 meter dan Tebal 0.20 meter, kami menemukan bahwa acuan samping pada pelaksanaan pekerjaan ini terbuat dari bahan material papan.

Terdapat spesifikasi umum 2018 Seksi 5.3 tentang perkerasan beton semen 5.3.3 peralatan, nomor 7) Tentang acuan disebutkan bahwa : “Acuan samping yang lurus harus terbuat dari logam dengan ketebalan tidak kurang dari 5 mm dan harus disediakan dalam ruas-ruas dengan panjang tidak kurang dari 3 m”.

Berdasarkan hal tersebut maka patutlah diduga kuat bahwa spesifikasi acuan yang digunakan pada pelaksanaan pekerjaan ini tidak sesuai dengan spsfikasi bahan yang direncanakan dan telah ditetapkan pada kontrak kerja dari pelaksanaan pekerjaan ini.

Saat Monitoring ini dilakukan ditemukan onggokan bahan material batu pecah, pasir dan batu belah di sampingan bangunan Rabat beton ini yang menurut masyarakat bahan material tersebut merupakan bahan yang lebih pada pelaksanaan pekerjaan ini.

Berdasarkan fakta itu patutlah diduga kuat bahwa volume bahan material batu pecah dan pasir yang sudah direncanakan dan ditetapkan pada kontrak kerja tidak digunakan seluruh nya.

“Dengan demikian patut lah kami menduga juga bahwa telah terjadi pengurangan volume bahan material batu dan pasir pada pelaksanaan pekerjaan ini.
Hingga Monitoring ini kami lakukan ditemukan bahwa pada permukaan bangunan Rabat beton ini sudah dilakukan penambalan menggunakan campuran bahan material semen dan Performance permukaan bangunan,” ungkap Agen Badan Intelegen Lembaga (BIL) Perkumpulan LI TIPIKOR – AHICW.

Disebut, Rabat Beton ini juga secara kasat mata terlihat berpori, kasar, segregasi dan tidak monolit.

Kondisi seperti itu tidaklah layak mengingat umur bangunan ini belum ada 1 bulan anggaran dan belum diserahterimakan kepada pihak pengguna jasa. Berdsarkan fakta fakta sebagimana telah diuraikan tersebut di atas, menurut Agen BIL ini, mutu beton yang dihasilkan pada bangunan Rabat beton ini tidak sesuai perencanaan yang ditetapkan pada kontrak kerja.

“Itu dapat terjadi karena adanya unsur kesengajaan oknum penyedia jasa dan lemahnya pengawasan dan adanya dugaan pembiaran dari oknum penyedia jasa, sehingga umur bangunan ini tidak maksimal sesuai rencana yangdl ditetapkan dalam kontrak kerja,” lanjut agen BIL ini.

“Berhubung pelaksanaan pekerjaan ini sudah dilakukan pembayaran hingga 95 % dari nilai Kontrak kerja maka patutlah diduga kuat bahwa telah terjadi Kerugian Keuangan Daerah/ Negara pada pelaksanaan pekerjaan ini,” jelasnya.

Berdasarkan uraian di atas, kata Agen ini, diduga telah terjadi Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang dimaksud pada : Pasal 7 ayat (1) huruf a dan b UU RI No. 31 Thn 1999 jo UU RI No. 20 Thn 2001, tentang Perbuatan curang yang dilakukan oknum pihak penyedia jasa dan pembiaran perbuatan curang yang dilakukan oknum pihak pengguna jasa.

Fakta fakta berupa ketidaksesuaian tersebut di atas telah diberiitahu kepada PPK/ PPTK pelaksanaan pekerjaaan konstruksi bangunan Rabat Beton di Siempat Rube I Ke camatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat Satker Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertingal dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Pemberitahuan juga disampaikan kepada Kepala Satker Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertingal dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Termasuk kepada Direktur CV Suranta Raja Melalui surat pemberitahuan Nomor : DI – 057/PK – LIT – AHICW / J / XII/2019, Tanggal namun hingga saat ini kami 30 Desember 2019, namun kami tidak mendapatkan tanggapan..

“Untuk itu, kami menanggap kejangagalan kejangalan yang kami uraikan tersebut di atas kami anggap benar adanya.,” Sebut Anggota BIL ini.

“Untuk itu, kami meminta kepada : Inspektorat Jenderal Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertingal dan Transmigrasi Republik Indonesia untuk memeriksa oknum PPK pelaksana Pekerjaaan Konstruksi bangunan Rabat Beton di Siempat Rube I Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Anggaran 2019,” pintanya.

Ditegaskan, karena patut diduga kuat oknum tersebut telah menggunakan wewenangnya menerima hasil dari pelaksanaan pekerjaan ini, padahal diduga kuat tidak sesuai dengan rencana dan ketetapan pada kontrak kerja. Akibatnya, bangunan rabat beton tersebut tidak bertahan lama, sehingga berpotensi menimbulkan Kerugian Keuangan Daerah/Negara. (Nur/TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *