Deliserdang/STM Hilir – PRi.Com – Masih dalam tahap pembangunan, Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Jurung Kec STM Hilir Kab Deli Serdang, sudah ambruk. Diduga ambruknya TPT tersebut selain karena faktor alam, hujan yang turun selama satu minggu dan diduga tidak sesuai bestek pekerjaan.

Seperti dikatakan salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mengatakan dan melihat bahwa pekerjaan TPT  tampak  bahwa galiannya kurang dalam di lokasi yang miring, sehingga rawan sekali ambruk.

Selain itu,  sumber tersebut juga mengatakan kacuan antara semen dan batu koral tampak tidak sesuai bestek, sehingga mengakibatkan TPT longsor dan ambruk,

“Saya lihat waktu penggalian pondasi TPT kurang memuaskan, dan saya sudah menduga pasti rawan ambruk. Benar saja belum lama dibangun sudah ambruk,” kata sumber tersebut.

Masih lanjut sang sumber, dugaan sementara ambruknya TPT yang berada persis di belakangan rumah Kepala Desa  Kuta Jurung,  diakibatkan cuaca ekstrim dan curah hujan yang sangat deras  juga tidak adanya saluran air, sehingga terendam  dan TPT tidak kuat menahan tanah.

“Seharusnya dibuat dulu saluran airnya, sehingga tidak longsor dan ambruk,” kata sang sumber mengakhiri .

Sementara itu, ketika wartawan PRESTASI REFORMASI konfirmasi, Rabu beberapa waktu lalu, di Kantor Desa Kuta Jurung, wartawan tidak menemui  keberadaan Abadi Sitepu selaku Kades di kantor Desa .

Budiman Sitepu selaku  Kasie Pemerintahan Desa, menyebut Kades  tengah berada di Lubuk Pakam. Sementara Budiman  mengakui kalau hal itu terjadi akibat cuaca esktrim selama satu minggu penuh telah terjadi di desa mereka. Sedangkan saat peristiwa terjadi, Kades  lagi melakukan Bintek di Bandung.

KADES TIDAK BERADA DIKANTOR

Dari kondisi ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Jurung Kec STM Hilir Kab Deli Serdang tampaknya memang harus segera ditangani secara serius. Terlebih itu di bawah kewenangan Kepala Desa Kuta Jurung .

Namun hal itu tampaknya terkesan dibiarkan oleh Kades, padahal seperti diketahui anggaran tersebut berasal  dari Anggaran DD TA 2019. Besarnya  anggaran yakni Rp 284  Juta lebih. Bahkan saat dikonfirmasi prihal ambruknya  TPT di Desa Jurung Kades tidak berada di tempat. (Mis/Ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *