Brosur digital kegiatan Pesta Dhuafa Kede Konghsi

Catatan: Bgd. Masri Tanjung

Belawan,PRi.Com – Kabar gembira untuk kaum dhuafa di Kecamatan Medan Belawan sekitarnya. Jika tak ada aral melintang, Insya Allah sepekan lagi, tepatnya Ahad, 05 Januari 2020 mendatang, pemrakarsa “Kede Kongshi” Jalan Veteran Belawan akan menggelar pesta bagi 2000 orang kaum Dhuafa.

Bgd. Masri Tanjung saat mewawancarai Ustad Ahmad Ridha

Berdasarkan hasil penelusuran surat kabar PRESTASI REFORMASI dan online prestasireformasi.com baik melalui kepustakaan maupun situs pencari yang kesohor google, belum menemukan pernah digelar “Pesta Dhuafa” seklosal ini, sehingga muncul penilaian, ajang ini baru untuk pertama kali digelar di Indonesia. Bahkan mungkin di jagad ini.

Untuk lebih memahami siapa kaum dhuafa ini, berdasarkan makna harafiahnya, pengertian ‘Kaum Dhuafa’ menurut para ahli
adalah :

  • Dari sisi sikap adalah orang yang terbelakang yang bukan dikarenakan malas belajar.
  • Dari sisi fisik adalah orang yang kurang tenaga, bukan karena sengaja bermalas-malasan.
  • Dari sisi ekonomi adalah orang yang fakir dan miskin karena tertekan keadaan, dan bukan karena malas berusaha mencari nafkah.
  • Dari sisi otak/ pikiran adalah orang yang kurang cerdas yang bukan dikarenakan malas berusaha mencari ilmu.

Sehingga, pengertian kaum dhuafa adalah golongan manusia yang senantiasa hidup dalam zona kemiskinan, ketertindasan, ketakberdayaan, kelemahan dan penderitaan yang terus menerus. Contoh kaum dhuafa adalah fakir miskin, anak terlantar, orang cacat dan anak-anak yatim.

Berfoto bersama di depan Kede Konghshi, area “Pesta Dhuafa” yang akan digelar pada 5 Januari 2020. Dari kiri ke kanan Masri Tanjung (redaktur),Husor Parissan Sitompul (PU/Pemred) PRESTASI Group, Al-Ustad Ahmad Ridha bersama Roma Fandi pengusaha Kede Kongshi, Ustadz H.Isrofil dari Jakarta dan paling kanan Ismail Fahmi dari KAUMI.

Pesta Dluafa ini akan digelar Ahad, 5 Januari 2020 dimulai pukul 10.00 WIB, di Bilangan Jalan Veteran Belawan, lokasi bekas Pasar Keramik dahulu Lapangan Basket.

Di hari bahagia itu, saudara kita yang tergolong kurang mampu ini akan dimuliakan lewat acara makan dan minum sepuasnya, memilih souvenir sesuka hati secara gratis– dan pulangnya mereka diberi satu karung beras per orangnya.

Rencana perhelatan untuk kaum dhuafa di Kecamatan “Pendulang Devisa” untuk Kota Medan dan Sumatera Utara ini disebutkan Al-Ustad Ahmad Ridha bersama Roma Fandi pengusaha kede tempat ‘Cangkruk Bareng’ komunitas penggemar kopi mantap di ujung utara Kota Maritim itu, Jum’at petang (27/12-2019) dalam acara silaturrahim dengan 40 komunitas religius jajaran Kota Medan.

Suasana di lantai II Kede Konghsi saat Ustadz H.Isrofil dari Jakarta menyampaikan tausiyah.

Dua pengusaha muda ini menyebutkan, mereka mencoba menggelar even yang tergolong unik ini bertujuan untuk merajut kebersamaan antara yang mampu dengan yang kurang mampu.

“Duduk sama rendah, tegak sama tinggi.” Saling menghargai sesama, sehingga pada gilirannya tercipta semangat dan komitmen untuk bersatu dengan mindset bersama membangun kampung halaman (Belawan) menjadi Kota Idaman dan masyarakatnya hidup rukun, damai dan sejahtera.

“Kita ingin ada perbaikan dan perubahan positif di berbagai lini kehidupan Anak Belawan. Dengan harapan pada Pesta Dlu’afa itu nantinya kita dapat menghimpun aspirasi sekaligus mencarikan solusi bagi memutus ‘rantai nestapa’ yang selama ini cenderung menjadi sebuah pameo yang memilukan,” ujar Fandi, Anak Belawan kelahiran Jalan Bandeng Kelurahan Belawan Bahagia, Medan Belawan itu.

Even Pesta Dluafa yang akan digelar secara spektakuler ini, menurut Ust.Ahmad Ridha dan Roma Fandi, mendapat dukungan positif dari 40 komunitas religius jajaran Kota Medan.

Alhamdulillah, sampai 27 Desember ini hampir 80 persen dari kebutuhan untuk acara sudah terkumpul. Ini donasi pribadi dari para relawan.

“Bahkan ada seorang donatur yang memberikan sumbangan
1.000 buah donat. Ini sebagai alasan makanya kita sanggup tanpa mengajukan proposal mohon bantuan,” timpal Ustad Ahmad Ridha.

“Seiring dukungan empati kawan-kawan yang cukup meriah, selaku penyelenggara acara, kita tidak ada mengajukan proposal mohon bantuan. Kita optimis Insya Allah pesta dhuafa dengan menghadirkan 2.000 kaum lemah ini nantinya akan berlangsung meriah,” kata Ridha..

“Sehingga, jika ada imej bahwa Anak Belawan tidak diapresiasi, melalui perhelatan ini kita harapkan sebagai jawaban dari semacam tudingan nestapa itu,” lanjut pendiri Kampung Penghafal Al-Qur’an Sungai Bingai, Namukur, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara itu.

Foto bersama usai tausiyah yang dihadiri mayoritas anak-anak muda dari berbagai komunitas.

Apresiasi Masyarakat

Seiring rencana gelar Pesta Dlu’afa di ujung utara Kota Medan ini, Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi PRESTASI Group (surat kabar dan online) Drs.Husor Sitompul, dengan nada diplomatis menyampaikan rasa bahagia dan apresiasi yang tulus kepada Roma Fandi dan Ustad Ahmad Ridha.

Luar biasanya, kata kelahiran Tapanuli Utara yang hadir pada acara silaturrahim itu, memberi makan dan minum sepuasnya kepada kaum dhuafa sampai 2.000 orang, memberi kesempatan memilih sovenir sesuka hati, lantas diberi pula sekarung beras per orangnya bukanlah pekerjaan sepele dan enteng.

“Saya yakin, suksesnya acara ini karena ridho Allah subhanawata’ala dan dukungan banyak orang yang ikhlas beramal. Soalnya, mereka lakukan hajatan klosal tanpa mengajukan proposal mohon bantuan, ini kan pekerjaan yang tidak mudah, tentunya ini karena rasa terpanggil mereka untuk membahagia dan memuliakan kaum miskin,” ungkap Sitompul.

“Tentunya gebrakan ini benar-benar menjadi teladan yang sangat konstruktif dan kelak memotivasi banyak orang untuk berbuat amal kebaikan dan kemaslahatan umat,” ujar warga Kelurahan Besar (Martubung) Medan Labuhan ini.

Acara silaturrahim komunitas religius jajaran Kota Medan, Jumat (27/12/2019) ini dipersejuk dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustad H.Isrofil dari Jakarta.

Ceramah agama mengingatkan tentang maha sempurnanya ciptaan Allah, serta bahayanya memiliki sifat sombong itu, digelar di Lantai II Kede Kongshi Jalan Veteran Belawan, hingga mengalun suara adzan panggilan shalat ashar. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *