Pekerjaan Paket Kegiatan dan Fisik Tingkat SD -SMP di Dairi Melenceng

Dairi, PRi.Com – Pemerataan pembangunan di kabupaten Dairi, terlihat sudah banyak mengalami perubahan semoga akan lebih meningkat lagi pada tahun-tahun mendatang, sesuai motto Bupati Dairi Edy Kelleng Ate Berutu, “Perubahan Menuju Dairi Unggul.”

Namun, di sela sela sela gairah pembangunan tersebut, ternyata masih ada ketimpangan yang menyolok di sektor pembangunan pendidikan. hal itu ditengarai pada sektor kegiatan dan pembangunan fisik DAK tinhkat SD-SMP tahun 2019 .

Berdasarkan penelusuran Wartawan PRi.Com, pelaksanaan dan penggunaan DAK tersebut tidak sesuai sasaran alias melenceng.

Sehingga mencul kecemburuan sosial di kalangan pengelola pendidikan di daerah ini, terlihat dari para kepala sekolah SD dan SMP yang tidak mendapat DAK, padahal sekolahnya sudah darurat dan sangat membutuhkan rehab.

Sebaliknya, sekolah yang belum layak direhab sudah mendapat DAK untuk rehab kekembali. Sehingga dianggap anggaran yang di peruntukkan ke sekolah tersebut sangat berlebihan bahkan terkesan oper kapasitas.

Sebab di pagu dan volume bangunan seakan tanpa teknis penggunaan anggaran, karena di juklak anggaran untuk merehap 3 ruangan namun dana masih berlebih maka di pergunakan hingga ke 5-7 ruangan.

Seyogyanya jika penggunaan anggarannya tepat sasaran, kemungkinan dana rehab tersebut tidak akan berlebih andai sekolah tersebu memang benar benar membutuhkan Rehab.

Dari rincian kegiatan DAK Fisik tahun 2019, tercatatSD sebanyak 17 ruangan ditambah dengan pagu mobiler yang berfariasi mulai dari Rp 118 juta terkecil untuk satu ruangan sampai Tp. 475 juta lebih untuk empat ruangan sudah termasuk mobiler.

Total rekap rehabilitasi ruang kelas tingkat kerusakan berat beserta perabotan tingkat SD mencapai Rp 5,4 miliar lebih,

Ditambah pembangunan 4 RKB beserta perabotannya sebanyak Rp 812 juta lebih di 2 sekolah tingkat SD.

Selain itu, terdapt di beberapa sekolah lainnya juga mendapat pekerjaan pembangunan toilet dari 8 sekolah dasar masing masing kisaran Rp 112 juta lebih dengan total anggaran Rp 897 juta lebih.

Demikian juga RKB dan rehabilitasi beserta perabotan dak fisik tingkat SMP, berjumlah cukup fantastis di tiap pekerjaan fisik bangunan.

Total keseluruhan untuk tingkat SD-SMP sebanyak Rp.Rp 9.232.666.145,- Namun diduga terindikasi angja tersebut ada unsur MarkUp anggaran yang sumber dananya dari APBD induk kabupaten Dairi thn 2019.

Saat Pejabat pengguna Anggaran yang di komfirmasi di ruang kerjanya, jawabannya terkesan sangat ringan bahkan pertanyaan ini di ljawab oleh PPTK Disdik kab Dairi Sangat tIdak diterma akal sehat terlihat seakan tidak menjadi beban moral.

Menurut A.Sinurat sebagai PPTK Disdik kab Dairi, mengatakan “Sekolah penerima DAK tahun 2019 diukur berdasarkan data DAPODIK yang dikirim oleh Sekolah Bersangkutan melalui Operator Sekolah dimaksud.

Jika operator sekolah tidak pintar maka sekolah yang sudah sepatutnya mendapat rehabilitasi pun seakan tidak mendapat perhatian dari Dinas terkait.

“Padahal dari pihak Dinas Pendidikan selalu menganjurkan agar semua sekolah segera mengirim Data Dpodik sekolah itu, bahkan sering membuat sosialisasi pada semua operator sekolah,“ uarnya beralasan.

“Dalam hal penentuan penerima DAK fisik tahun 2019 adalah dari Kementrian Pendidikan serta berpatokan pada pengajuan Dapodik tiap-tiap Sekolah ,Meskipun Pusat tdk pernah Survei ke lapangan,” tambahnya lagi. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: