RH Diduga Pelaku Pembunuh Kartini Diperiksa Polres Taput

Warga di desa itu menyebut RH, terduga pembunuh Kartini Gultom, selama ini selalu mengganggu perempuan terutama kaum ibu yang ujung-ujungnya mengarah ke tindakan asusila.

Taput, PRi.Com– Seorang Pria beristeri Rinto Hutapea (RH) umur 40 tahun, adalah warga satu Desa dengan Gadis Kristina Gultom (KG) umur 18 tahun yang diduga dibunuhnya di dusun Pangguan Desa Hutapea Banuarea, kini dia telah diamankan pihak Satserse Polres Tapanuli Utara (Taput) untuk pemeriksaan.

Beberapa warga Desa Hutapea Banuarea mengatakan kalau selama ini tidak sedikit di antara mereka yang heran melihat tingkah RH yang sering membuat resah warga sekitar terutama para kalangan perempuan.

Dikatakan, perilaku RH selama ini selalu mengganggu perempuan terutama kaum ibu yang ujung-ujungnya mengarah ke tindakan asusila.

Pernah suatu malam RH mematikan lampu listrik salah satu warga yang kebetulan sang suami lagi di warung, sesaat kemudian dia mengetuk pintu, dan waktu istri punya rumah membuka pintu, RH langsung menggerayangi dan bermaksud memperkosa.

” Akan tetapi karena jeritan si wanita tersebut, pria paruh baya ini ketakutan dan langsung melarikan diri,” kata marga Hutapea mohon namanya tidak ditulis.

Sehingga beberapa warga menduga RH mempunyai kelainan seksual yang menyebabkan ibu-ibu di desa itu khawatir kalau tinggal sendiri di rumah.

Dikatakan lagi bahwa RH sudah sering berbuat asusila kepada ibu-ibu sekitar dusun tempatnya tinggal. Namun selama ini perbuatan RH kepada kaum ibu-ibu tersebut tidak pernah diadukan hingga selesai begitu saja tanpa penyelesaian baik secara hukum adat.

Oleh karena itu agar polisi segera mengungkap siapa pelaku yang menyebabkan KG kehilangan nyawanya. Dan kalau ternyata pelaku adalah pria RH, mayoritas warga desa berharap agar dihukum seberat beratnya.

Sebab selama ini perangai RH sangat meresahkan dan telah membuat warga was was terutama kaum ibu.

“Kita berharap agar pihak kepolisian segera mengungkap siapa pelakunya, dan kalau memang RH pelakunya agar dihukum seberat beratnya sebab selama ini tingkahnya sudah meresahkan warga,” harap Hutapea.

Perlu diketahui, saat jenazah korban disemayamkan di rumah duka Senin sore selain warga desa Hutapea Banuarea juga warga desa tetangga, terlihat teman satu sekolah melayat, juga sejumlah pegawai Pemkab Taput tempat remaja KG saat PPL.

Sedangkan rumah RH pria yang diduga pelaku pembunuhan dalam keadaan kosong setelah dia diamankan polres Taput, dimana istri dan anak anaknya pergi ke rumah orang tuanya.

Diberitakan sebelumnya, KG (18) pelajar SMK Karya Tarutung ditemukan tewas, Senin, (6/8) di salah satu lahan kebun warga tidak jauh dari rumah orangtuanya sendiri dalan kondisi sangat memprihatinkan.

Selanjutnya dari pengembangan, polisi mengamankan seorang pria inisial RH, dikarenakan sebelumnya ada yang menyaksikan dia yang membonceng KG. Bahkan sepeda motor RH didapati parkir dijalan masuk lokasi kebun ditemukannya jenazah korban.

Sejauh mana hasil pemerikssan mengenai peristiwa ini, besok Jum’at (9/8) Kapolres akan lakukan temu pers di Mapolres Taput. (Jas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: