Penyelundupan Ayam Adu Asal Thailand Gagal

Berawal dari Patroli rutin Tim Satgas Intelmar F1QR Lantamal I

Belawan, PRi.Com – Tim Satgas Intelmar Fleet First Quick Response (F1QR) Lantamal I, Koarmada I gagalkan upaya penyelundupan 88 ekor Ayam Adu dan burung asal Thailand. Ayam jago yang dikemas di dalam 76 kotak itu ditangkap di Perairan Seruway Aceh Tamiang.

Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Dan Lantamal) I Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid Kacong menegaskan hal itu pada kesempatan Press Release di Lapanga Apel Dermaga Mako Lantamal I, Rabu (07/08-2019).

Danlantamal I pagi itu didampingi Asintel Danlantamal I Kolonel Laut (E) I Putu Budiastika, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ichwan Lubis, dan pejabat Balai Besar Karantina Pertanian, Bea Cukai dan instansi terkait.

Penggagalan upaya penyelundupan hewan jenis ayam adu dan burung asal “Negara Gajah Putih” itu berawal dari patroli rutin yang dilaksanakan di Perairan Aceh Tamiang. Tim Satgas Intelmar F1QR Lantamal I Koarmada I mendapat informasi akan adanya penyelundupan dengan menggunakan kapal berukuran GT 40.

Berbekal informasi tersebut, Satgas Sidat berkoordinasi dengan Posal Pangkalansusu dan KRI Siada-862 yang sedang melaksanakan patroli di sekitar Perairan Aceh Tamiang untuk melaksanakan pencegatan di Perairan Aceh Tamiang, Minggu (04/08).

Pada malam itu sekitar pukul 24.00 WIB, Tim Satgas Intelmar F1QR Lantamal I melaksanakan pengendapan di rawa-rawa alur masuk Kuala Masin.

Pada pukul 02.00 WIB, Tim Satgas mendengar suara beberapa mesin boat yang dicurigai mengangkut barang selundupan. Boat ini menjemput ke tengah laut atau yang dilangsir ke boat-boat nelayan berukuran sekitar GT 8 sampai GT 10.

Dinihari itu Tim melaksanakan pengejaran terhadap 5 boat yang diduga mengangkut barang selundupan dari Malaysia/Thailand.

Saaat melakukan pengejaran dan pencegatan, Tim melihat 5 unit boat berkecepatan tinggi melalui persembunyian.

Dari 5 unit boat yang dikejar, 4 boat di antaranya berhasil tancap gas meloloskan diri. Namun satu di antaranya berhasil ditangkap. Boat ini diawaki oleh orang 2 orang ABK mengangkut tumpukan kotak kayu.

Setelah Tim Satgas melakukan pemeriksaan, di dalam kotak kayu tersebut didapati ayam aduan yang dicurigai diselundupkan dari Thailand.

Untuk proses lebih lanjut, Tim mengambil alih kendali boat pengangkut barang tersebut dan memboyongnya ke Posal Pangkalansusu.

IDENTITAS 2 orang tersangka yang diamankan: berinitial FH (Izal) 24 tahun, pekerjaan nelayan, alamat Kampung Baru Kecamatan Seruway, Kabupateb Aceh Tamiang, dan AA (Lambak) 17 tahun, pekerjaan nelayan, alamat Kampung Baru Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang.

BARANG BUKTI yang disita: 1 unit kapal tanpa nama berukuran GT 8 beserta mesin dompeng 23 PK, Ayam adu 76 kotak (88 ekor), 1 buah Hp Nokia tik tok, dan 1 buah Lampu senter.

Semua barang bukti sudah dititipkan ke Balai Karantina Pelabuhan Belawan guna menunggu proses lebih lanjut.

Komandan Lantamal I Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid Kacong menjelaskan, penyelundupan hewan jenis unggas (Ayam adu) dari Thailand merupakan trending baru bagi para penyelundup, karena hasilnya dianggap lebih menjanjikan daripada menyelundup bawang.

Laksamana berbintang satu itu menyontohkan, setiap satu ekor ayam adu yang berkualitas dengan harga paling murah Rp 10 juta s/d Rp 180 juta.

Dari 5 boat yang diduga mengangkut ratusan ekor ayam aduan berkualitas tersebut diperkirakan bernilai Rp 70 miliar.

Tapi, kita tidak melihat besar nominalnya. Yang lebih penting mereka para pelaku pelanggaran di laut seperti penyelundup, pelaku tidak kekerasan dan kejahatan lainnya tahu bahwa kita ada sepanjang siang dan malam menjaga dan mengamankan Selat Malaka bersama instansi terkait di daerah ini, ujar pucuk pimpinan di Lantamal ujung barat NKRI ini.

Modus pemilik ayam tersebut, apabila telah tiba di Gudang Seruway telah memiliki dokumen atau surat-surat yang sah dari Karantina Hewan yang telah disiapkan oleh pemilik.

Disebutkan, atas perbuatan itu, tersangka melakukan pelanggaran sebagaimana diatur dalam pasal 5 Undang-Undang No.16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, yaitu dengan ancaman Pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp 150 juta. (masri tanjung).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: