Gempa 7,4 SR, BMKG Ingatkan Tsunami dan Jakarta Terguncang Keras

gempa
Sebagian warga Jakarta memilih keluar gedung setelah gempa terjadi.

Gempa 7,4 Skala Richter, yang berpusat di 147 km Barat Daya Sumur, Provinsi Banten, dengan kedalaman 10 km, mengguncang barat daya Sumatra dengan getaran terasa di ibu kota Jakarta dan menyebabkan warga panik.

Guncangan gempa menyebabkan warga di gedung-gedung tinggi Jakarta panik dan berhamburan keluar.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, gempa berpotensi terjadi tsunami di wilayah pesisir Lampung, Pandeglang, serta Bengkulu dan meminta “masyarakat menjauhi pantai dan tepian sungai.”

Sejumlah laporan menyebutkan, akibat gempa itu, masyarakat di wilayah Banten, Jakarta, serta Bandung dan Lampung merasakan guncangannya.

gempa

Turun dari gedung tinggi di Jakarta

Warga berhamburan turun dari gedung tinggi Jakarta.
Warga berhamburan turun dari gedung tinggi Jakarta.

Tatin, yang berusia 54 tahun, warga Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengaku merasakan guncangan gempa tersebut.

“Saya sedang duduk di ruang tamu, menunggu salat Isya ketika merasakan goyangan,” kata Tatin saat dihubungi BBC News Indonesia.

“Awalnya saya pikir kepala saya pusing karena kolesterol, tapi kemudian saya melihat lampu gantung bergoyang,” tambahnya.

Dia kemudian memilih segera keluar rumah. “Para tetangga juga keluar rumah, banyak dari mereka masih pakai mukena, kayaknya lagi nunggu salat Isya juga.”

Sementara, Nunun, warga Cimahi, mengatakan: “Gempa. Banyak yang keluar rumah. Kirain gempanya di Bandung soalnya kenceng banget.”

Getaran gempa sangat terasa di Jakarta, cerita sejumlah warga yang masih berada di kantor saat gempa terjadi.

“Gelas di meja kantor jatuh, guncangan kencang sekali dan kami panik turun…Karyawan banyak yang menuju bahu jalan di tengah karena khawatir terjadi sesuatu dengan gedung,” kata Yanny Meutia, karyawan di kawasan Sudirman, Jakarta.

Kantor gubernur Lampung penuh orang

Di Bandar Lampung, kantor gubernur penuh dengan orang yang menyelamatkan diri setelah gempa mengguncang, lapor Robert, wartawan Radio Suara Wajar, Bandar Lampung.

Banyak yang berlari keluar rumah, termasuk yang tinggal di kawasan Teluk Betung.

Di satu perumahan di Lampung Selatan, warga juga berhamburan keluar begitu gempa mengguncang, kata Robert.

“Gempa sangat terasa sekali, kirain cuma saya saja yang pusing, pintunya goyang-goyang, jendela, kacanya goyang-goyang, orang perumahan keluar semua. Dan aku tanya teman-teman lainnya memang benar mereka merasakan hal yang sama, lindu,” kata Anna Yulia Ningsih, warga di Desa Karang Anyar, Lampung Selatan.

Gempa juga dirasakan Herman Haryanto warga Kecamatan Wonosobo, Tanggamus yang menurutnya “kuat terasa.”

Jauhi laut dan sungai”

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, BMKG, gempa ini berpotensi tsunami dengan peringatan dini untuk wilayah:

(1) Pandeglang Bagian Selatan dengan status ancaman SIAGA (ketinggian maksimal 3,0 meter).

(2) Pandeglang Pulau Panaitan dengan status ancaman SIAGA (ketinggian maksimal 3,0 meter).

(3) Lampung-Barat Pesisir-Selatan dengan status ancaman SIAGA (ketinggian maksimal 3,0 meter).

(4) Pandeglang Bagian Utara dengan status ancaman WASPADA (ketinggian maksimal 0,5 meter).

(5) Lebak dengan status ancaman WASPADA (ketinggian maksimal 0,5 meter).

Dalam pesan tertulisnya, BMKG meminta masyarakat di wilayah berstatus “SIAGA” agar memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi.

Kepada masyarakat di wilayah dengan status “WASPADA” diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai,” kata BMKG. (h/sumber: bbcindonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: