Sandiaga Uno Cepat Lupakan Kekalahan & Kerugiannya di Pilpres

PT SRTG Raup Keuntungan Rp 3,1 Triliun

Jakarta, PRi.Com – Sandiaga Uno sepertinya tak perlu lama-lama meratapi kekalahannya di pilpres kemarin. Paling tidak, duit ratusan miliar yang dihabiskan untuk kampanye sudah terbayar kembali. Karena, salah satu perusahaannya dilaporkan meraup untung hingga Rp 3,1 triliun. 

Perusahaan Sandi yang meraup untung itu adalah PT Saratoga Investama Sedaya. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2019, emiten bersandi saham SRTG itu mencatatkan keuntungan bersih atas investasi pada efek ekuitas Rp 2,004 triliun. 

Padahal pada periode sama tahun lalu, Saratoga rugi Rp 1,585 triliun. Sementara itu, penghasilan dividen dan bunga juga melonjak 155,88 persen menjadi Rp 1,61 triliun. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan semester I tahun lalu Rp 630,86 miliar. 

Dengan demikian, SRTG mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp 3,16 triliun. Capaian ini, sangat kontras karena pada periode pertama tahun sebelumnya, perseroan rugi Rp 1,20 triliun.

Presiden Direktur Saratoga Michael Soeryadjaya menjelaskan, keuntungan ini diperoleh dari melonjaknya harga saham-saham perusahaan investee, seperti saham milik PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). 

“Strategi investasi yang disiplin dan fokus pada sektor-sektor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah kunci kinerja Saratoga semakin solid,” kata Michael lewat keterbukaan informasi, kemarin. 

Setelah pemilu kelar, kata dia, iklim investasi dan ekonomi Indonesia akan terus berkembang. Dengan demikian, perseroan pun akan mengambil inisiatif investasi secara disiplin dan bijaksana dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Adapun, investasi STRG saat ini berfokus pada 3 sektor utama antara lain, sumber daya alam, infrastruktur, dan konsumen yang mencakup lebih dari 20 perusahaan. Dengan keuntungan Saratoga itu, modal Sandi yang dikeluarkan di pilpres bisa cepat balik. 

Pada pilpres lalu, Cawapres Prabowo ini menjual beberapa kali sahamnya di Saratoga. Total saham yang dijual 140 juta lembar dengan nilai Rp 618 miliar. Kepemilikan sahamnya pun berkurang dari 27,79 persen menjadi 22,623 persen. 

Namun, sebuah media asing memprediksi, dana yang dihabiskan Sandi untuk pilpres mencapai Rp 1,4 triliun. Soal angka itu, Sandi tidak membenarkan juga menampik. 

Dia bilang saat itu, berapa pun biayanya akan dijalani. Sebelum terjun ke dunia politik, Sandi memang dikenal sebagai pengusaha sukses. Banyak sekali perusahaannya.

Beberapa yang terkenal adalah Saratoga, Recapital dan Adaro. Nama perusahaan yang pertama itu didirikan tahun 1998 bersama Edwin Soeryadjaya, anak pendiri Astra, William Soeryadjaya. Pada 2018, majalah Globe Asia melaporkan kekayaan Sandi turun hingga Rp 2,8 triliun. (h/rmol)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: