Ponsel Tanpa Menyentuh Layar di Fitur Pixel 4

PRi.com – Pada bulan Oktober 2019 mendatang. disinyalir Google bakal memperkenalkan ponsel penerus Pixel 3. Menjelang ajang peluncuran ponsel teranyar Pixel yang masih misteri ini, pihak Google memamerkan sejumlah fitur unik yang akan hadir di Pixel 4 nanti.

Salah satunya adalah fitur “Motion Sense”. Seperti namanya, fitur ini memungkinkan Pixel 4 mendeteksi berbagai gerakan tangan yang dilakukan oleh pengguna.

Gerakan yang dilakukan di depan ponsel tersebut dipakai sebagai gestur untuk keperluan interaksi dengan perangkat. Pengguna Pixel 4 pun bisa memakai ponselnya tanpa menyentuh layar, cukup dengan mengayun-ayunkan tangan di udara.

Hal-hal yang bisa dilakukan dengan gestur ini termasuk mengganti lagu serta mematikan alarm. Baca juga: Bocoran Tampilan Nyata Pixel 4 dengan Kamera “Kotak” Motion Sense menggunakan teknologi “radar mini” bernama Soli yang dikembangkan oleh tim Advanced Technology and Projects (ATAP) Google.

Radar mungil itu ditempatkan di bingkai layar Pixel 4, sejajar dengan kamera depan, seperti terlihat dalam gambar di atas.

“Ini (radar mini Soli) adalah teknologi yang sama dengan yang telah lama dipakai untuk mendeteksi pesawat dan benda besar lain. Kami membuat versi miniatur di atas Pixel 4 yang mendeteksi gerakan-gerakan kecil di sekitar ponsel,” papar Google dalam sebuah blog.

Pixel 4 merupakan ponsel pertama yang dibekali dengan teknologi Soli. Gestur tangan Motion Sense adalah contoh penerapan awalnya. Ke depan, boleh jadi akan ada kemampuan-kemampuan baru lain yang dibuka oleh sang radar mini.

Fitur Motion Sense Pixel 4 mengingatkan pada Air Gesture Galaxy S4 keluaran 2014 lalu yang fungsinya mirip-mirip. Hanya saja, jarak deteksi Motion Sense agaknya lebih jauh dibandingkan Air Gesture yang hanya sekitar 7cm dari permukaan layar.

Fitur pengenal wajah mirip Face ID Selain fitur pendeteksi gestur, Google juga menanamkan fitur biometrik Face Unlock yang prinsip kerjanya mirip dengan Face ID di iPhone X, yakni mengandalkan proyeksi titik-titik inframerah untuk memetakan kontur wajah secara tiga dimensi.

Di bagian atas ponsel ada sejumlah sensor, seperti kamera IR (infra-red), modul Dot Projector, dan modul Flood Illuminator, pengguna Pixel 4 nantinya bakal bisa membuka ponsel mereka dengan mulus ketika mereka menggenggam dan menghadapkan wajah ke layar ponsel.

Pihak Google menggunakan teknologi face recognition dan digabungkan dengan algoritma khusus, sehingga pengguna tidak perlu menekan tombol apapun ketika ingin membuka layar ponsel.

Google memastikan data wajah pengguna yang dipakai untuk fitur Face Unlock ini hanya digunakan untuk fitur biometrik saja, tidak akan digunakan oleh layanan Google lain, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Blog Google, Selasa (30/7/2019).

Dengan tambahan dua fitur di atas, bagian bingkai atas layar Pixel 4 pun mau tak mau menjadi tebal karena harus memuat aneka macam sensor, kamera, proyektor, hingga chip radar Soli. Ini bertolak belakang dengan tren ponsel Android belakangan yang berupaya menipiskan bezel dengan notch dan poni. Pixel 3 XL sebelumnya pun diketahui memiliki “poni” di layar.

Google belum mengumumkan tanggal peluncuran Pixel 4. Namun, raksasa internet itu biasanya memperkenalkan ponsel Pixel generasi baru pada bulan Oktober. (h/kcm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: