Guru di Sleman Ditangkap Akibat Remas ‘Anunya’ Wanita Bule

aksi pelaku terakam kamera cctv. (dok.)

Yogya, PRi.Com – Entah apa yang ada di benak SP (37), seorang guru honorer mata pelajaran Olahraga di salah satu SD Yogyakarta, ketika tangannya meremas bagian tubuh sensitif seorang wanita bule yang sedang berjalan kaki.

Namun Dia hanya tertunduk malu saat dipertemukan dengan wartawan di Mapolsekta Mergangsan Selasa (16/7/2019) siang.

Warga Margodadi Seyegan Sleman tersebut tertangkap warga ketika akan mengulang perbuatan pelecehan (memegang bagian sensitif) turis asing di kawasan Jalan Prawirotaman I seperti yang sempat dilakukannya pada 13 Juni 2019 lalu di lokasi sama.

SP yang kini berstatus tersangka tak bisa mengelak saat dikonfrontasi dengan video CCTV yang terekam sebulan lalu.

Ia pun mengakui telah dua kali melakukan tindakan pelecehan pada turis asing yang sengaja diincarnya di lokasi tersebut.

Di depan Kapolsekta Mergangsan, Kompol Tri Wiratmo, SP mengaku menyesal dan aksinya hanya kebetulan saja, namun polisi tak begitu saja percaya.

Kini Kompol Tri bersama tim sedang melakukan upaya pengembangan karena kasus pelecehan di kawasan Prawirotaman tercatat lebih dari dua kali terjadi sepanjang beberapa bulan terakhir.

Kapolsekta Mergangsan menunjukkan jaket yang dikenakan tersangka saat beraksi (KRJ)

“Tersangka ini rumahnya di Seyegan, jauh dari kota jadi ada indikasi dia sengaja ke Prawirotaman untuk melakukan. Kita juga dalami termasuk arah pada pelaku yang menggunakan motor jenis RX-King beberapa waktu lalu. Tetap kita kenakan pasal 281 KUHP tentang pelanggaran kesusilaan dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan di tempat terbuka,” sambung Kapolsekta Mergangsan.

Selain terancam hukuman kurungan, SP yang tercatat masih aktif sebagai guru pun dipastikan kehilangan pekerjaan sebagai pengajar.

Ia pun harus mempertanggungjawabkan secara moral kelakuannya tersebut pada istri dan seorang anak yang telah dimiliki. (h/KRJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: