50 Tahun Silam, Apollo 11 Bawa Manusia ke Bulan

Penerbangan Apollo 11 pada 50 tahun silam. Foto: NASA

Jakarta, PRi.Com – Pada 16 Juli 1969 atau tepat 50 tahun silam, pesawat Apollo 11 mengangkasa diterbangkan roket Saturn V dari landasan Kennedy Space Center di Florida. Beberapa hari kemudian tepatnya pada 20 Juli, mereka mendarat di Bulan.

Ya, itulah pertama kali ada manusia menginjakkan kaki di Bulan. Proyek ambisius tersebut, yang akhirnya terwujud, merupakan titah langsung dari presiden Amerika Serikat ke 35, yaitu John F. Kennedy.

FK, begitu namanya biasa disingkat, mengatakan dirinya percaya jika AS bisa mengirim manusia ke Bulan dan mengembalikannya ke Bumi sebelum tahun 1970. Hal tersebut diutarakan melalui pidato berjudul “Special Message to the Congress on Urgent National Needs” pada 25 Mei 1961.

“Saya percaya bahwa bangsa ini harus berkomitmen untuk mencapai tujuan itu, sebelum dekade ini berakhir, dalam mendaratkan manusia di bulan dan mengembalikannya ke Bumi dengan selamat,” kata Kennedy waktu itu.

Pidatonya pun diwujudkan menjadi realita oleh NASA. Pada 16 Juli 1969, Neil Armstrong, Michael Collins, dan Edwin “Buzz” Aldrin mulai menjalankan misi Apollo 11.

Nama tempat peluncuran, Kennedy Space Center, diambil dari nama John F. Kennedy yang tewas ditembak pada November 1963. Lebih spesial lagi, Saturn V yang digunakan pada misi tersebut masih menyandang status sebagai roket terkuat sepanjang sejarah dengan kemampuan membawa muatan hingga 118 ton menuju orbit rendah Bumi.

Saking bersejarahnya peristiwa ini, berbagai momennya pun disiarkan melalui televisi, dengan yang pertama tentu adalah peluncuran roket. Lalu, pada 18 Juli, para kru pesawat sempat mengirimkan transmisi yang memperlihatkan Armstrong dan Aldrin mengenakan pakaian luar angkasanya.

Misi ke Bulan ini melibatkan tenaga kerja sampai 400 ribu orang. “Kegagalan bukanlah pilihan di sini. Kami bahagia menjadi bagian darinya,” sebut Charlie Mars, engineer NASA pada zaman Apollo.

Keberhasilan misi Apollo 11 sekaligus pembuktian bahwa AS lebih hebat dari Uni Soviet yang kala itu bersaing keras dalam perlombaan ke antariksa. Perlombaan itu diawali ketika Uni Soviet sukses mengirim Sputnik 1 ke orbit pada 1957 yang menjadi satelit buatan pertama di angkasa.

Rusia kembali mengalahkan AS ketika kosmonot Yuri Gagarin menjadi manusia pertama yang meninggalkan atmosfer Bumi pada 12 April 1961. AS membalas pada 5 Mei, dengan menerbangkan astronot Alan Shepard ke luar angkasa.

Tapi pada akhirnya, AS memenangkan pertandingan dengan keberhasilan misi Apollo 11 menaklukkan Bulan. Seusai Apollo 11, beberapa misi lain oleh NASA juga berhasil mencapai satelit alami Bumi tersebut. (h/Dtc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: