Bupati Lepas Mahasiswa KKU Angkatan XIX STIA Setih Setio

Bungo, PRi.Com – Dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat maka Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Setih Setio Muara Bungo akan melaksanakan Kuliah Kerja Usaha (KKU) tahun Akademik 2019/2020 yang dihadiri Bupati Bungo H. Mashuri, Senin (15/07).

Dalam laporan pihak Yayasan STIA Setih Setio mengatakan bahwa peserta KKU ini berjumlah 337 peserta yg terdiri dari 219 orang dari Progran Study Ilmu Administrasi Negara dan 118 orang dari Program Study Ilmu Administrasi Bisnis yang tersebar di 15 Desa/Dusun yang ada di tiga (3) Kabupaten yaitu Kabupaten Tebo, Merangin dan Bungo.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Bungo H Mashuri menyampaikan sambutannya bahwa pemerintah Kabupaten Bungo selamat melaksanakan KKU di tempatnya masing-masing dan semoga para mahasiswa bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Selamat melaksanakan KKU Pemerintah Kabupaten Bungo berharap mahasiswa dapat melaksanakan tugasnya di tempat masing-masing dengan sebaik-baiknya,” kata Mashuri.

KKU ini memang harus mau tidak mau, suka tidak suka harus dilalui sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi Ilmu Administrasi ini,” kata Bupati H Mashuri.

Bupati menambahkan agar mahasiswa menjaga kekompakan, nama baik almamater, nama baik sekolah tingg, karena itu penting untuk keberlanjutan program ke depannya,” ujar H Mashuri.

“Banyak sekali persoalan di desa/dusun yang perlu dipelajari, bai di bidang ekonomi masyarakat,” lanjut Bupati. Ekonomi masyarakat kita yaitu koperasi, koperasi adalah soko gurunya di Republik Indonesia. Oleh karena itu saya berharap para mahasiswa peserta KKU ini bisa mengaktifkan kembali koperasi di desa/dusun dimana tempat yang telah ditetapkan,” ujar H Mashuri lagi.

Mudah-mudahan ini memberikan suatu penyegaran bagi warga masyarakat kita dan bisa menghidupkan ekonomi masyarakat desa/dusun itu kembali,”tutur Mashuri.

Banyak sekali program pemerintah, ada BUMD (Badan Usaha Milik Desa), banyak program pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, bahkan ada dari Kabupaten Bungo yang program khusus ada Gerakan Dusun Membangunn(GDM) diberikan 250 juta per tahun diberikan keleluasaan kepada desa untuk mengelolanya,” tambah Mashuri.

“Mudah-mudahan setelah mahasiswa ini masuk memberikan saran, pendapat, kajian dan tela’ah kepada desa dapat memberikan tambahan pengetahuan, kemudian memperbaiki administrasi yang ada di desa/dusun tersebut,” tutup Bupati Bungo H.Mashuri. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: