Diduga Malpraktik, Hermansyah Meninggal di RSUD Karimun

Karimun, PRESTASI REFORMASI.Com — Warga Kapling bernama Hermansyah akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Daerah HM. Sani Karimun (Jumat 14/6). Namun muncul dugaan Hermansayah meninggal karena penangan medis yang tidak beres di RSUD tersebut.

Pihak keluarga mengungkapkan, sebelumnya Herman hanya demam biasa, namun setelah disuntik dan mengkonsumsi obat penyakitnya bertambah parah, kakinya membengkak serta melepuh, hingga menyebabkan kematian.

Pihak keluarga meminta agar korban dilakukan atopsi, dan tidak divisum di HM. Sani, hal tersebut dilakukan agar mengetahui apa penyebab yang menyebabkan kematiab korban, apakah benar akibat malpraktek yang dilakukan pihak RSUD HM. Sani, karena menurut keluarga agar dapat dengan jelas mengetahui apa penyebab korban jadi meninggal mendadak.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Karimun AKP  Lulik Febiantara mengatakan bahwa  hari Sabtu dokter dari Rumah Sakit Bayangkara Batam akan datang dan pihak keluarga sudah sepakat untuk dilakukan atopsi, dan kami dari Polres Karimun juga sudah berkordinasi dengan Dokter di RS Bhayangkara Batam, dan mereka siang ini akan turun untuk melakukan atopsi ujar Lulik Sabtu .

Pihak Kepolisian mendapatkan keterangan dari keluarga korban bahwa sebelum Herman meninggal dunia, ia mengeluhkan sakit demam biasa dan dibawa berobat ke RSUD HM. Sani Jum’at pagi, setelah dibawa ke RSUD Herman diberikan sintikan oleh pihak medis rumah sakit, sekitar jam 13.00 Wib korban diijinkan pulang.

Pihak Keluarga menyebutkan, sewaktu kembali ke rumah sakit, korban kembali diberikan suntikan dan beberapa saat setelah itu korban mengalami sesak nafas, akhirnya meninggal dunia,

Namun pada pukul 18.10 Wib korban kembali dibawa kerumah sakit yang sama karena mengeluh kakinya mengalami pembengkakan dan melepuh seperti luka bakar. Sekitar puul 20.30 korban meninggal dunia.

Pihak Kepolisian belum bisa memastikan apa penyebab kematian korban, karena pihaknya masih menunggu proses dan hasil otopsi yang akan dilakukan oleh pihak RS Bhayangkara Batam, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Rumah Sakit.

Hermansyah kaki bagian bawah melepuh setelah disuntik tim medis.

Penanganan Sesuai Prosedure

Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD ) H. Moh. Sani membantah adanya kelalaian ketika menangani pasien, Hal ini disampaikan Direktur RSUD Muhammad Sani Kabupaten Karimun, Zulhadi saat dikonfirmasi awak Media terkait informasi dugaan Mal Praktik dan kelalaian Petugas.

Menurut Zulhadi Direktur RSUD. Dalam pemaparannya mengatakan bahwa penanganan pasien Hermansyah sudah sesuai standard di IGD. Karena pasien sudah diberikan suntikan nyeri setelah diobservasi beberapa saat pasien sudah boleh pulang, kata Zulhadi.

Kemudian sekitar pukul 19.00 Wib. Hermansyah kembali lagi ke RSUD dengan keluhan yang berat yakni sesak nafas, saat ditangani Hermansyah telah meninggal dunia.

“Sudah ditangani  dengan prosedur sesak, dipasang oksigen dan lain sebagainya, pasien juga diberikan suntikan untuk meringankan sesaknya, beberapa saat kemudian terjadi sesak dan jatuh kepada tidak sadar yang akhirnya meninggal, “papar Zulhadi.

Zulhadi membantah mengenai pasien Hermansyah tidak mendapatkan oksigen ketika ditangani.

“Kami kekurangan oksigen, oksigen habis itu tidak benar, oksigen kami dalam jumlah mencukupi, jadi pasien tidak pernah kekurangan oksigen,“ paparnya.

Ketika ditanyakan mengenai kondisi korban Pasien Hermansyah yang memburuk  kondisinya, pihaknya belum dapat memberikan jawaban karena diperlukan pemeriksaan lebih lanjut..

“Kita belum bisa pastikan alergi karena perlu pemeriksaan lebih lanjut, sementara petugas Medis apakah pasienmemiliki alergi terhadap obat, kita belum bisa pastikan ada alergi, namun dari hasil konfirmasi pada Kabid Pelayanan Pak Dedy. Makanya kami mengatakan standar pelayanan IGD sudah dilakukan semua, “ pungkasnya.

Dia mengatakan terkait pihak keluarga akan memperkarakan dugaan kelalaian, Zulhadi jika hal itu ada dan pada hakikatnya pihak RSUD sudah berusaha semaksimal mungkin dan melalukan resusitasi jantung, paru-paru jadi semua tindakan sesuai prosedur.

“Kami pihak RSUD turut berduka cita, dan menjelaskan kepada pihak keluarga bahwa Tim sudah berusaha semaksimal mungkin. “ ujar Zulhamdi, Kepala RSUD H. Moh, Sani. (Yuliana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: