Koordinator Relawan IT BPN Prabowo-Sandiaga Ditangkap Polisi

Jakarta, PRESTASI REFORMASI.Com – Kepolisian menangkap Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya, Minggu (26/5).

Kabar penangkapan Mustofa dikonfirmasi juru bicara BPN, Andre Rosiade. Menurutnya, pihaknya telah menerima kepastian Mustofa ditahan sejak Minggu (26/5) dini hari WIB.

“Kita prihatin ya. Sekarang ini tim advokasi dan hukum mencoba mendampingi bang Mustofa dalam pemeriksaannya,” kata Andre kepada BBC News Indonesia.

Mustofa, yang kerap mencuit melalui akun @AkunTofa dan @TofaLemonTofa, diduga menuturkan ujaran kebencian berdasarkan SARA dan/atau menyebarkan hoaks melalui Twitter.

Mustofa, sebagaimana dilaporkan Detik.com, dijemput di rumahnya oleh sejumlah anggota polisi yang menyerahkan surat penangkapan bernomor SP.Kap/61/V/ 2019/Dittipidsiber ke istrinya.

Berdasarkan surat tersebut, seperti juga dimuat Kompas.com, Mustofa dijerat dengan Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kemudian, dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sebelumnya, tanda pagar #TangkapMustofaNahra sempat menjadi topik populer di media sosial Twitter pada Sabtu (25/5).

Topik tentang Mustofa mengemuka lantaran para warganet menanggapi cuitan-cuitannya soal kericuhan 21 dan 22 Mei lalu.

Salah satunya adalah cuitan soal kematian seorang anak bernama Harun yang di-retweet sebanyak 1.600 kali.

“Innalillahi-wainnailaihi-raajiuun. Sy dikabari, anak bernama Harun (15) warga Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat Syahid hari ini. Semoga Almarhum ditempatkan di tempat yg terbaik disisi Allah SWT, Amiiiin YRA”.

Andri dihadirkan kepolisian dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Sabtu (25/5) siang.

Mustofa merupakan pendukung Prabowo-Sandiaga terkini yang ditangkap aparat kepolisian.

Sebelumnya, Lieus Sungkharisma, telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan makar.

Awal Mei lalu, Bachtiar Nasir ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencucian uang, sementara Eggi Sudjana dinyatakan sebagai tersangka terkait pernyataannya yang menyerukan people power (gerakan rakyat). (h/bbcind)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: