Akhirnya, Bupati Taput Berhentikan Guru Cabul

Tarutung, PRESTASI REFORMASI.Com – Setelah berkisar 6 bulan bergulir dan menghebohkan–pencabulan guru terhadap muridnya–akhirnya Bupati Tapanuli Utara memberhentikan sementara SMN, terdakwa kasus pencabulan murid di SDN 173297 Dusun Sigumbang Desa Sitabotabo Toruan, Kecamatan Siborongborong Tapanuli Utara ( Taput ).

Kasus yang menggemparkan Tapanuli Utara ini sudah berlangsung sejak November 2018 silam, akhirnya diberhentikan sementara oleh Pemerintah Kabupaten Taput.

“Bupati sudah memberhentikan yang bersangkutan sejak hari Jumat 24 Mei 2019, sesuai SK Nomor 271 tahun 2019,” tutur Kepala Bagian Hukum dan Perundang undangan Setdakab Taput Alboin Butarbutar di Tarutung.

Dikatakannya, pemberhentian sementara SMN sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan pangkat golongan/ruang penata muda IIIa jabatan guru, terhitung mulai tanggal 31 Maret 2019.

“Dalam SK Bupati itu SMN diberikan uang  pemberhentian sementara sebesar 50 persen dari penghasilan jabatan pada Maret 2019, terhitung mulai 1 April 2019,” lanjut Alboin.

Begitupun sanksi lebih tegas akan diterapkan kepada SMN bila kelak sudah ada putusan hukum tetap. “Dan akan dilakukan pemberhentian parmanen apabila hukumannya telah inkrah dengan vonis di atas dua tahun,” tegasnya.

Alboin mengatakan, selain memutuskan pemberhentian sementara terdakwa guru cabul itu, kemudian Bupati Taput sudah mendelegasikan kepada dua instansi Organisasi Perangkat Daerah Pemkab agar segera melakukan penanganan para korban.

“Bupati telah menginstruksikan dinas sosial untuk menanggulangi sementara melalui penyuluh sosial, dimana Dinas P2KBP3A di instruksikan secepatnya melakukan penanggulangan kejiwaan, mental dan pemulihan para korban,” tegas Butarbutar.

Sebagaimana berita sebelumnya, akibat perilaku guru SMN cabuli beberapa murid di SD tempatnya mengajar, maka dalam persidangan Selasa lalu oleh jaksa telah menuntut dirinya 12 tahun penjara.

Dimana guru SMN dikenakan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Sidang yang tertutup dengan agenda pembacaan tuntutan dipimpin ketua majelis hakim Hendra Utama Sutardodo Sipayung didampingi hakim anggota Jefri Meyaldo Harahap dan Hendrik Tarigan. Pembacaan tuntutan dilakukan JPU, Denny Reynold Oktavianus Purba.

Selanjutnya Ketua PN Tarutung Hendra Utama Sutardodo mengatakan , sidang pembacaan pembelaan (pledoi) oleh kuasa hukum terdakwa akan digelar Selasa 28 Mei 2019 mendatang. (Jas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: