Pasar Murah Pemkab Asahan Gagal Digelar

Asahan, PRESTASI REFORMASI.Comi – Pasar murah Sembako Pemerintah Kabupaten Asahan yang direncanakan akan digelar dalam rangka menyambut Idul Fitri 1440 H, akhirnya gagal dilaksanakan karena faktor kendala peraturan pemerintah dan tidak adanya penyedia.

Kepala Bagian Ekonomi Setdakab Asahan, Zulkifli, mengungkapkan, sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 61 ayat 3 menyebutkan bahwa Badan Usaha Milik Negara, (BUMN) BUMD, Badan Usaha Milik Swasta, dan/atau badan hukum lain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang akan diberikan subsidi terlebih dahulu dilakukan audit keuangan oleh kantor akuntan publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

Untuk memenuhi unsur tersebut, pengumuman sudah disampaikan melalui website Pemkab Asahan pada tanggal 25 April 2019, isinya mengundang calon penyedia untuk sembilan bahan pokok (Sembako) untuk digelar di pasar murah tersebut.

“Niat awal dari kegiatan ini adalah untuk meringankan beban masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun 2019 di Kabupaten Asahan, namun sampai batas akhir pendaftaran belum ada penyedia yang mengajukan maupun mendaftar,” ungkap Zulkifli.

Ia mengungkapkan, tim pelaksana pasar murah sudah melaksanakan survei sebagai tindak lanjut dari hasil pengumuman di Website Pemkab Asahan kepada beberapa penyedia pasar murah, namun tidak ada yang bersedia memenuhi persyaratan sesuai amanat dari Peraruran Pemerintah RI No. 12 Tahun 2019 tersebut.

“Hal ini mengakibatkan Pasar Murah menjelang idul Fitri 1440 H gagal dilaksanakan,” ucap Kabag Ekonomi Asahan ini. (Bagus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: