Mengenal 10 Pintu Masuk Setan


Oleh: Bgd. Masri Tanjung

ALLAH SWT berfirman: “Sesungguhnya syaithan itu musuhmu. Karena, sesungguhnya syaithan syaithan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Q.S-Fathir: 6).

Rasulullah SAW telah memberikan penjelasan mengenai berbagai gejala tipu daya syetan yang harus kita hindari.

Syahdan ada seorang rahib dari Bani Israil yang terpedaya oleh rayuan syetan. Suatu ketika syetan menghampiri seorang gadis dab mencekiknya hingga  gadis itu jatuh sakit. Kemudian syetan mempengaruhi dan meyakinkan hati keluarga si gadis itu, bahwa yang dapat menyembuhkan penyakit anak gadisnya itu ada pafa seorang rahib.

Keluarga tadi membawa anak gadisnya itu kepada seorang rahib. Mulanya sang rahib menolak permintaan keluarga anak gadis itu untuk mengobatinya. Tapi karena terus menerus didesak olehjeluarga sang gadis, akhirnya rahib sudi menerima sang anak itu sebagai pasiennya.

Setelah anak gadis tadi berada di sisi rahib, pengobatan mulai dilakukan. Syetan pun datng memasang perangkap. Syetan laknatullah ini terus menerus menggoda sang rahib untuk memanfaatkan kesempatan baik itu guna melakukan “pendekatan” pada pasiennya. (Bersambung nanti malam). Selamat Berbuka Puasa….

Bujuk rayu syetan berhasil. Sang rahib pun segera “menggauli” gadis yang menjadi pasiennya itu hingga hamil. Setelah si gadis itu hamil, syetan terus berusaha menggoda dan menjerumuskan   sanf rahib lebih jauh , seraya membisikkan: “Sekarang aib anda terbuka, karena sebentar lagi gadis itu akan datang ke sini, maka bunuh sajalah ia. Bila keluarganya bertanya kepada anda, katakan bahwa anak gadisnya telah mati.”

Lalu sang rahib benar- benar membunuh gadis itu dan menguburnya. Setelah itu syetan datang kepada keluarga sang gadis dengan menggoda mereka dan memasukkan kegamangan dan kekhawatiran akan  keselamatan anak gadisnya. Jangan-jangan rahib yang mengobati anak gadisnya itu berbuat tak senonoh: menghamili lalu membunuh dan menguburkan anak gadisnya.

Keluarga anak gadis itu pun datang kepada rahib menanyakan mengenai kondisi anak gadisnya. Sang rahib berkata memberikan penjelasan bahwa anak gadisnya telah mati.

Mendengar keterangan  itu mereka langsung menangkap sang rahib dan naik pitam ingin membunuhnya karena telah membunuh anak gadis mereka.

Syetan datang lagi menghampiri sang rahib seraya berkata: “Akulah yang mencekik anak gadis itu hingga jatuh sakit, dan aku pula yang memasukkan keyakinan ke dalam hati  keluarganya agar membawanya kepada anda. Sekarang aku akan menyelamatkan dan membebaskan anda  dari ancaman mereka, jika anda mau mematuhi aku.”

Sang rahib berkata: “Katakanlah dengan cara apa?  Syetan berkata: “Sujudlah kepadaku dua kali saja.” Tanpa mempertimbangkan akibatnya sang rahib pun melakukannya. Setelah itu syetan berkata: “Sekarang aku angkat tangan dan tak mau tahu akan tragedi yang  telah menghancurkan anda.”

Pintu Masuk Syetan:

Ketahuilah bahwa perumpamaan hati bagaikan benteng, sedangkan syetan alah musuh yang senatiasa ingin menerobos masuk ke dalam benteng itu. Lalu memproklamirkan diri sebagai raja yang menguasainya. Seseorang tidak akan dapat menjaga benteng itu dari serangan musuh  kecuali dengan menjaga pintu-pintunya (tempat masuk dan celahnya).

Pintu-pintu atau jalan masuk syetan itu tidak sedikit yang notabene adalah merupakan  sifat-sifat manusia itu sendiri, yakni di antaranya:

1. Marah dan Syahwat

Marah merupakan bencana yang merusak akal. Ketika hati dalam kondisi lemah , maka syetan dan bala tentaranya melakukan serangan. Pada saat manusia marah, maka syetan mempermainkan orang itu melalui kemarahannya sebagaimana anak kecil mempermainkan bola.

Telah disebutkan bahwa para Wali berkata kepada iblis: “Tunjukkanlah kepadaku, bagaimana cara anda mempermain kan  anak cucu Adam? Iblis berkata: “Ketika seseorang sedang memperturutkan kesenangan dan hawa nafsunya.”

2. Dengki dan Rakus

Ketika seorang hamba sangat menginginkan (rakus) akan sesuatu, maka kerakusan itu akan menjadikannya buta dan tuli. Maka di saat itu pulalah syetan menemukan kesempatan emas. Ia naik dan bertonggok mengendarai kerakusan itu agar terlihat baik, rapi, seksama dan kondusif agar mulus pencapaian keinginan syahwat si dengki dan rakus itu, sekalipun hal itu ses…

4. Bermewah-mewahan

Senang berhias secara glamour dan bermewah-mewahan dalam hal pakaian dan rumah. Apabila syetan melihat itu, ia bercokol di dalam hati manusia, bertelur dan menetas di dalam. Lalu syetan berusaha sekuat tenaga mengajak manusia untuk membangun rumah secara megah: memperindah atap dan dindingnya serta memperluas bangunannya tanpa menghiraukan kenyaman jiran sebelah-menyebelah.

Syetan juga tak henti-hentinya mendorong manusia untuk bermewah-mewahan dalam hal pakaian dan kendaraan. Syetan terus berusaha untuk menundukkan manusia hingga tersungkur pada “ketololan” tadi sepanjamg umurnya.

Ketika syetan laknatullah berhasil mempertekuklututkan manusia pada semua itu, maka tak perlu lagi ia kembali kepada manusia tadi untuk yang kedua kalinya, karena sebagian hal tersebut akan menarik manusia pada sebagian lainnya hingga datang ajal menjemputnya. Akhirnya ia mati di jalan syetan dalam memperturutkan hawa nafsu.

5. Tamak

Sangat menginginkan (tamak) terhadap milik orang lain. Tak peduli hukum, yang bukan haknya dengan leluasa ia bawa pulang. Lalu dengan simaharajalela yang bukan haknya itu ia santap dan nikmati bersama keluarganya. Tapi, apakah ia tahu kalau  yang ia santap bersama anak dan isterinya itu akan berubah dan  bergelimang toksin (racun) ?.

6.Tergesa-gesa

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tergesa-gesa itu dari syetan, sedangkan bersahaja itu dari Allah. Pada saat tergesa-gesa syetan mempropagandakan keburukan (yang menjadikan barang dagangannya) terhadap manusia dari arah yang tidak diketahuinya.

7. Dinar dan Dirham

Dinar dan dirham serta segala harta kekayaan, baik berupa harta benda, emas, dan tanah pekarangan. Karena segala yang melebihi kebutuhan, baik itu bahan makanan pokok maupun kebutuhan primer lainnya, ia menjadi tempat bersarang dan beroperasinya syetan.

8. Kikir dan Takut Miskin

Kikir dan takut fakir (miskin), inilah yang mencegah manusia untuk berinfaq dan bersedekah. Sifat inilah yang mendorong manusia menumpuk-numpuk harta benda dan kekayaan.  Padahal itu merupakan simpanan siksa yang sangat pedih.

9. Kesenangan Hawa Nafsu

Kesenangan hawa nafsu dan menyimpan dendam permusuhan secara memandang hina dan remeh, memandang orang lain dengan bahu. Hal tersebut  dapat menghancurkan semua orang yang fasik dan ahli ibadah.

Hassan r.a berkata: “Telah sampai kabar kepadaku, sesungguhnya iblis berkata: “Aku telah menghiasi ummat Muhammad dengan berbagai kemaksiatan. Tetapi kemudian mereka mematahkan tulang punggungku dengan istighfar, maka aku hiasi pula mereka dengan dosa-dosa yang tidak mereka sadari, sehingga merrka tidak meminta ampun. Caranya aku lakukan melalui kesenangan-keseangan hawa nafsu.

10. Berburuk Sangka

Menjauhkan buruk sangka dan tuduhan buruk terhadap orang orang Islam adalah menjadi suatu kewajiban ummat Islam, karena buruk sangka merupakan ekpresi kotoran dari dalam hati. Karenanya manusia berkewajiban mematahkan dan mengikis habis hal-hal tersebut dari dalam hatinya. Hendaklah kita memohon pertolongan Allah dengan cara berdzikir kepadaNya.

Mudah-mudahan dengan mempelajari dan mengetahui pintu-pintu  masuk  dan jalan masuk syetan ke dalam hati manusia , kita terhindar dari segerombol “penyakit hati” yang berakibat buruk pada kehidupan di dunia dan akhirat. (bgd.masri tanjung).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: