BICT Tingkatkan Kreatifitas dan Inovatif Hadapi Persaingan

Belawan, PRESTASI REFORMASI.Com – “Kreatif dan Inovatif Menghadapi Persaingan”. Untaian kata bernilai konstruktif ini terpajang di tikungan lapangan parkir Pelindo1 Indonesia Gateway Belawan International Container Terminal (BICT) dan di panggung anniversary tempat acara HUT Ke-32 perusahaan perusahaan bongkar muat terminal peti kemas internasional terkemuka di luar Pulau Jawa itu digelar, media Maret baru lalu.

Motto HUT Ke 32 perusahaan andalan Pelindo 1 terkesan ini seakan hanya menyapa tetamu. Tapi, ini tentunya tekad kuat dalam upaya mewujudkan Goal Impian Pelindo 1 yang lebih tertuju kepada segenap pengawak BICT itu sendiri agar komitmen dan serius mengaplikasikannya dalam menyahuti tuntutan dan tantangan pelayanan prima yang dibutuhkan pelanggan sekaligus keuntungan bagi Pelindo 1.

General Manager Pelindo 1 Indonesia Gateway BICT Aris Zulkarnain menegaskan hal itu dalam sambutannya pada acara HUT Ke-32 BICT yang diselenggarakan di lapangan parkir BICT, Kamis 14 Maret 2019.

Aris Zulkarnain berujar, suatu perusahaan agar bisa bersaing, perlu melakukan inovasi secara terus menerus di berbagai aspek. Inovasi yang meliputi tentang produk, layanan, proses kerja, metode maupun lainnya. Karena keunggulan suatu perusahaan terletak pada kemampuannya untuk menghasilkan produk atau layanan berkualitas tinggi, cost reasonable dan penyampaian produk atau layananan yang cepat.

Di kesempatan itu, sebelumnya Aris menceritakan sekilas sejarah/perjalanan BICT hingga memasuki usia ke-32 perusahaan terminal peti kemas terkemuka di luar Pulau Jawa itu. Perusahaan terminal peti kemas internasional yang dikelola Pelindo 1 ini pengoperasiannya diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 17 Maret 1987.

Di usianya yang semakin dewasa imbuh Aris, BICT terus berupaya melakukan transformasi, yakni transformasi bisnis, layanan dan sumber daya manusia pengawak perusahaan itu.

Aris berujar, kami menyadari bahwa persaingan merupakan suatu keniscayaan dalam bisnis yang harus dihadapi oleh semua pelaku bisnis., sehingga diperlukan budaya kreatif dan inovatif untuk menghadapi persaingan dan kebutuhan pelanggan.

Salah satu modal untuk melakukan inovasi adalah dengan adanya kreativitas. Keterkaitan antara keduanya, yaitu kreativitas merupakan pengembangan ide-ide baru. Sedangkan inovasi adalah proses penerapan ide-ide tersebut secara aktual ke dalam praktek sesuai dengan tema acara HUT Ke-32 BICT, yaitu Kreatif dan Inovatif Menghadapi Persaingan.”

BICT imbuh Aris, terus berupaya melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa dan peningkatan pendapatan untuk perusahaan.

Dengan meningkatkan budaya kerja yang kreatif daslam memberikan pelayanan yang baik, peningkatan kedisiplinan, sumber daya manusia serta kesehatan dan kesehatan kerja (K3) serta peningkatan infrastruktur pelabuhan dan peralatan sebagai upaya Level of Service dan mengimplementasikan sistem teknologi informasi dalam pelayanan operasional.

Pelayanan Meningkat
Kinerja operasional BICT dala memberikan pelayanan jasa kepelabuhanan semakin meningkat. Produktivitas bongkar muat tahun 2018rata-rata 49 BSH (Boks/Ship/Hour). Kunnjungan kapal (call) , dan trafik peti kemas juga ikut terdfongkarak naik melalui sistem digitalisasi pelabuhan dengan pemenfaatan teknologi informasi melalui penerapan receiving/delivery online, Host to Host (HtH) dan integrited Billing System (IBS) yang

Apresiasi tak pupus menyertai kinerja dan upaya menejemen BICT dalam menjemput asa mendatangkan keuntungan bagi Pelindo I selaku pengelola dan pelayanan prima kepada pelanggan.

Apresiasi atas prestasi kinerjanya BICT itu disampaikan oleh Direktur Keuangan Pelindo I Muhammad Nusodiq dalam sambutannya mewakili Dirut Pelindo 1 pada acara HUT Ke-32 BICT digelar di lapangan parkir BICT, Kamis (14/03-2019).

Sebagai kado HUT Ke-32, menejemen Pelindo 1 yang “dinakhodai” Aris Zulkarnain, mampu menghasilkan pendapatan di tahun 2018 sebesar 1 Rp triliun. Ini seiring dengan pertumbuhan sebesar 8,9 persen.

Kabar gembiranya kata Dirkeu Pelindo `1, perusahaan terminal peti kemas internasional terkemuka di luar Pulau Jawa ini mampu menembus pendapatan 1 Rp triliun. “Kita sangat apriasiasi, pendapatan tahun 2018 Pelindo I, 30 persennya disumbangkan oleh BICT.

Namun begitu, Nursodiq tetap mengingatkan agar pengawak BICT tidak larut dengan rasa puas yang telah dicapai, karena tantangan ke depan yang dihadapi semakin besar. “Tingkatan terus berbagai kemampuan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pemakai jasa, sehingga pelanggan dan BICT sama-sama bertumbuh.” pintanya.

Prestasi dan Berbagi
Di tengah perhelatan BICT yang dikemas secara sangat sederhana itu, tetamu yang hadir bukan hanya stakeholder dan orang-orang yang sudah tergolong aman dan nyaman dalam hal ekonomi saja, tapi anak yatim-piatu dan kaum dlu’afa juga diposisikan pada tempat yang dimuliakan. Bahagianya di suasana sangat kekeluargaan pagi itu BICT yang telah mengenyam prestasi dan aperisasi tak lupa berbagi untuk warga sekitar yang tergolong kurang mampu.

Selepas menadahkan tangan mengaminkan do’a yang dipimpin oleh al Ustad K.H Amiruddin MS menjelang tengah hari itu, mereka juga diedifikasi oleh sejumlah pejabat teras di perhelatan itu. Mereka santap sianmg bersama dengan menu yang sama. Setelah itu puluhan calon pemimpin bangsa yang tergolong kurang mampu itu diberi bingkisan uang saku. Tentunya alim ulama dan tokoh masyarakat juga hadir di sana. (masri tanjung).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: