FAA Nilai Ada Kesamaan Jatuhnya Boeing di RI dan Ethiopia

Amerika Serikat mengatakan bahwa pesawat Boeing 737 MAX 8 masih layak terbang, di saat pihak regulator mengkaji dua kecelakaan fatal pesawat model baru itu sejak bulan Oktober.

Namun Administrasi Penerbangan Sipil Amerika Serikat (FAA) telah meminta “perubahan desain” yang harus diselesaikan Boeing di bulan April.

Jatuhnya pesawat Ethiopia Airline Max 8 dalam penerbangan ke Nairobi dari Addis Ababa jatuh beberapa menit setelah lepas landas hari Minggu, menewaskan 157 orang di dalamnya, dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai keamanan pesawat tersebut.

Pesawat yang sama yang digunakan oleh Lion Air juga mengalami musibah bulan Oktober lalu di perairan Laut Jawa menewaskan 189 orang.

Penemuan kotak hitam pesawat berarti bahwa sebab kecelakaan akan segera diketahuui, sepanjang rekaman dalam kotak hitam itu tidak rusak, walau biasanya diperlukan waktu setahun bagi penyelidikan rinci untuk mengetahui seluruh masalahnya.

Cina dan Indonesia sudah memutuskan untuk tidak lagi menerbangkan armada 737 MAX 8 hari Senin, dengan alasan keamanan, hal yang menyebabkan saham Boeing jatuh 7 persen di bursa Amerika Serikat hari Senin.

FAA meminta perubahan desain 737 MAX di bulan April
A jet in Boeing blue colours is parked on icy tarmac in front of a beige air hangar. Photo: Boeing jenis 737 merupakan pesawat jet yang paling banyak terjual dengan rekam jejak keamanan paling bagus. (Flickr: Paul Thompson)

Dalam sebuah pernyataan FAA mengatakan Boeing sedang bekerja untuk menyelesaikan ‘penguatan sistem kontrol pesawat, yang bisa mengurangi ketergantungan dengan prosedur yang ada hubunganya hal yang harus diingat oleh pilot.”

Reuters dan media lain sudah melaporkan bahwa Boeing sudah berbulan-bulan merencanakan perubahan desain setelah kecelakaan Lion Air di Indonesia, namun pernyataan FAA ini merupakan konfirmasi publik pertama.

FAA mengatakan pernyataan terbuka ini bahwa ada kesamaan antara kecelakaan di Ethiopia dan di Indonesia.

“Namun, penyelidikan baru dilakukan, dan sampai sekrang kami belum mendapatkan data untuk bisa membuat kesimpulan atau tindakan.” kata pernyataan FAA.

“Saya ingin menyakinkan semua pihak bahwa kami menangani insiden ini dengan sangat..sangat serius.” kata Menteri Transportasi Amerika Serikat Elaine Chao .

Dalam email yang dikirim kepada karyawan yang dilihat oleh Reuters, Direktur Eksekutif Boeing Dennis Muilenburg mengatakan dia yakin dengan keamanan pesawat 737 MAX.

Menyusul musibah Ethiopia Airlines, saham Boeing jatuh ke titik terendah sejak serangan 11 September 2001, dengan saham jatuh sebesar 13,5 persen hari Senin pagi, di tengah kekhawatiran bahwa dua kecelakan dalam waktu pendek bisa menunjukkan adanya kesalahan besar dalam desain pesawat.

Dalam penutupan bursa di Amerika Serikat, saham Boeing berada di titik $US 400,01 dalam perdagangan paling banyak sejak Juli 2013.

Seri 737 dari Boeing ini sudah terbang lebih dari 50 tahun, dan merupakan salah satu pesawat yang paling bayak terjual, dan dipandang sebagai pesawat yang paling aman.

China sudah memerintahkan maskapai setempat untuk tidak menggunakan pesawat tersebut, yang segera diikuti oleh Indonesia dan Ethiopia, dan juga maskapai seperti Comair di Afrika Selatan, dan Royal Air Maroc dari Maroko.

Maskapai Australia Virgin Australia telah memesan 30 pesawat serupa, namun sampai sekarang belum ada yang digunakan.

Maskapai lain, mulai dari Amerika Utara sampai ke Timur Tengah, masih menggunakan 737 MAX 8 setelah Boeing mengatakan pesawatnya aman. (h/sumber abc-Reuters)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: