Judi Dadu Guncang Marak di Bagansiapiapi 

Rohil, PRESTASI REFORMASI.Com – Tempat-tempat perjudian di Kota Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), semakin banyak dan semakin ramai. Pemda Rohil, Polisi, TNI, dan aparat penegak hukum, dituding menutup panca indra mereka atas semakin marak dan banyaknya temat-tempat perjudian ini.

Berdasarkan informasi, lokasi judi dadu guncang sedikitnya ada tiga tempat, yakni lokasi judi dadu guncang di Jalan Sotong, dadu guncang di Jalan Sedar, dan dadu guncang di belakang Hotel Horizon. Selain itu juga ada perjudian jenis cap ji ki, di Jalan Perniagaan, Gang Pekong Mabuk, judi togel, judo mesin jack pot, dan judi sabung ayam di Jalan Perniagaan Ujung.

Tokoh masyarakat Rohil, H Wan Ahmad Syaiful, mengatakan sangat prihatin dengan perkembangan perjudian di Ibu Kota Kabupaten Rokan Hilir, Negeri Seribu Kubah. “Sungguh memprihatinkan, perlu dicegah,” kata H Wan Ahmad Syaiful, kepada prestasireformasi.com, Senin, 4 Maret 2019.

Menurut H Wan Ahmad Syaiful, mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rohil, perjudian harus dicegah dan atau dilarang. “Perjudian itu dilarang oleh agama, apa lagi oleh Agama Islam. Selain itu, perjudian juga dilarang oleh peraturan perundang-undangan pemerintah,” ujar Wan Ahmad Syaiful.

Pria yang juga dikenal dengan sebutan WAS ini, juga menyampaikan harapan agar perkembangan tempat-tempat perjudian tidak menimbulkan perselisihan di masyarakat. Apa lagi, jelas Wan Ahmad Syaiful (WAS), beberapa waktu lalu ada organisasi masyarakat (Ormas) kepemudaan Islam yang mendatangi gelanggang peremajaan (gelper) sehingga terjadi pengrusakan.

“Kemarenkan sudah ada kejadian perusakan. Untuk itu, kita harapkan penegak hukum menjalankan tugas dengan sebaiknya. Ekonomi masyarakat semakin sulit. Apa lagi judi tidak dilarang, semakin berkembang, dampaknya kejahatan semakin meningkat,” jelas WAS, caleg DPRD Riau dari Partai Bulan Bintang (PBB) itu.

Dibenarkan Wan Ahmad Syaiful, yang memiliki kekuatan untuk melarang dan atau mencegah tempat-tempat perjudian adalah aparat pemerintah. “Betul. Yang memiliki kekuatan untuk melarang atau mencegah, adalah aparat pemerintah.  Mereka berkewajiban (melarang dan mencegah) disebabkan jabatan mereka. Jika tidak, berarti mereka tidak amanah, yaitu khianat,” pungas WAS. (Tim PRi Rohil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: