Nelayan yang Hilang di Perairan Pulau Jemur Belum Ditemukan

  Rohil, PRESTASI REFORMASI.Com  — Sampai hari  Jumat, 1 Februari 2019, jasad nelayan bernama Danil yang hilang di perairan Pulau Jemur, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) Rohil belum juga ditemukan. “Kami masih dalam pencarian. Masih belum ditemukan,” kata Febi, Anggota Tim SAR Gabungan, Kantor SAR Bagansiapiapi.

Danil, pekerja nelayan, anak buah kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Anugrah Bahari (KMAB) III, GT 20, Senin, 24 Februari 2019, dinyatakan hilang.

Kepala Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Kantor SAR Bagansiapiapi, Rohil, Rahmat Ramadhoni, mengatakan kapal dinakhodai Tiu Yan Cin, warga Panipahan, Palika. Selain Danil, pekerja nelayan lainnya adalah Riki Subagio, 37, warga Jalan SMP 2 Desa Teluk Pulai, Rejo Adi Wiranto, 48, warga Jalan Taqwa, Panipahan, Safarudin Nasution, warga Jalan Bandar Baru, Gang Mawar, Teluk Pulai, dan Misbun Sirait, 35, warga Jalan Bakti, Panipahan.

Berdasarkan penjelasan dari nakhoda kapal Tiu Yan Cin, terang Rahmad Ramadhoni, korban Danil kecebur ke laut sekitar pukul 07.00 WIB, Senin, 24 Februari 2019. Para pekerja nelayan KM Anugrah Bahari III GT 20 dengan nomor lambung No 258/ppr, tengah menarik jaring ikan. Seorang pekerja nelayan, atas nama Danil mengalami sakit perut, mau buang air dan pergi menuju buritan kapal. Serselang waktu 20 menit kemudian, nakhoda beserta rekan sesama pekerja nelayan di kapal ikan itu, tidak lagi melihat Danil di atas kapal.

“Kemudian nakhoda memerintahkan abk (pekerja nelayan) lainnya untuk melepaskan jaring dan langsung mencari Danil, disekitar perairan tersebut,” kata Kepala Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Kantor SAR Bagansiapiapi, Rohil, Rahmat Ramadhoni, melalui rilis.

Nakhoda kapal, Tiu Yan Cin, juga meminta bantuan kepada kapal jaring lain melalui radio frekwensi pendek. Kapal jaring yang berada disekitar posisi tersebut ikut melakukan mencarian. Pukul 02.00 WIB, Selasa, 25 Februari 2019, KM Anugrah Bahari III, bertolak dari posisi pencarian menuju Panipahan, dan melaporkan kejadian tersebut ke Pos Sandar Panipahan.

“Laka laut di wilayah perairan Palau Jemur ini terjadi pada posisi 2′ 44. 200″ N – 100′ 33. 100″ E. Ada pun crew berjumlah 6 orang, yakni nakhoda/pelapor Tiu Yan Cin, 66, Riki Subagio, 37, Rejo Adi Wiranto, 48, Safarudin Nasution, Misbun Sirait, 35, serta korban Danil, 55,” jelas pria yang biasa disapa Dhoni tersebut.

Setelah menerima laporan kehilangan dari nakhoda kapal, pada Selasa, 25 Februari 2019, sekitar pukul 20.00 WIB, personil POS AL Panipahan, bersama Tim Rescue Unit Siaga Bagansiapiapi langsung berkoordinasi mencari informasi ke Sat Polair Rohil di Bagansiapiapi dan Unit Polair di Panipahan. Setelah mendapatkan informasi, jelas Dhoni, Tim Rescue Unit Siaga Bagansiapiapi berkoordinasi ke Kantor Pencarian dan Pertolongan di Pekanbaru, Selasa, 26 Februari 2019.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pekanbaru Gede Darmada SE MAP, melalui Kasubsi Ops SAR dan Kesiapsiagaan, memberangkatkan Tim Unit Siaga SAR Bagansiapiapi dengan menggunakan KN 402, melakukan pergerakan pencarian pada pukul 08.15 Wib, dan sampai di lokasi kejadian di Perairan Pulau Jemur, pukul 10.30 WIB.

“Tim Rescue tiba di lokasi langsung berkoordinasi dengan aparat setempat dan tim melakukan pencarian hingga pukul 14.00 wib dengan hasil nihil, dan pencarian dihentikan, karena cuaca hujan lebat. Ada pun unsur yang terlibat diantaranya dari Unit Siaga SAR Bagansiapiapi, TNI AL, TNI AD, BPBD Rohil, Sat Polair, Polsek Pondok, serta masyarakat setempat,” terang Dhoni.

Pada Rabu, 27 Februari 2019, jelas Dhoni, Tim SAR Gabungan melakukan brefing dan kembali melakukan pencarian di Perairan Pulau Jemur. “Hingga pukul 18.00 WIB, Rabu, 27 Februari 2019, pencarian masih dengan hasil nihil,” jelas Dhoni.

Sampai, Jumat, 1 Februari, jasad Danil belum ditemukan. “Kami masih dalam pencarian. Masih belum ditemukan,” kata Febi, Anggota Tim SAR Gabungan, Kantor SAR Bagansiapiapi. (amran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: