Sat Polair Polres Rohil Musnahkan 1.955 Pil Happy Five

Rohil, PRESTASIREFORMASI.Com — Satuan Polisi Perairan (Sat Polair) Polres Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Polda Riau, Selasa, 26 Februari 2019, melaksanakan pemusnahan barang bukti 1.955 butir pil golongan psikotropika, jenis happy five atau amfetamin. Pemusnahan dilakukan di Markas Sat Polair Polres Rohil, Polda Riau, di Pelabuhan Domestik Bandar Seribu Kubah, Jalan Pelabuhan Baru, Kota Bagansiapiapi.

Pemusnahan barang bukti psikotropika tersebut dihadiri Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Rohil Drs H Jamiludin, yang juga Wakil Bupati Rohil. Kasat Pol Air Polres Rohil Iptu Sapto Hartoyo, Kasat Narkoba Polres Rohil AKP Herman Pelani SH, Kasat Propam Polres Rohil, Kejari Rohil, Dinkes Rohil, Camat Bangko, Lurah Bagan Barat, dan lain-lain.

Semula ke 1955 butir pil psikotropika tersebut dimusnahkan dengan menggunakan mesin blender, yang dicampur dengan air deterjen. Disebabkan jumlah pil banyak, dan harus membuka satu demi satu pil dari bungkusnya, maka pemusnahan dilanjutkan dengan cara di bakar. Tiap papan happy five isi 10 butir tersebut, di temat-tempat hiburan harganya jualnya bisa mencapai Rp1 juta. Dengan demikian nilai barang bukti psikotropika yang dimusnahkan mencapai Rp200 juta.

“Kami dari Pemda Rohil sangat apresiasi sekali atas pemusnahan obat-obat barang psikotropika ini. Kami sampaikan aplous kepada Pak Kasat Polair Polres Rohil,” kata Ketua BNK Rohil Drs H Jamiludin, yang juga Wakil Bupati Rohil.

Ketua BNK Rohil Drs H Jamiludin pada kesempatan itu juga menyampaikan apresiasi dan aplous yang sama kepada Kapolres Rohil AKBP Sigit Adi Wuryanto SIK MH, yang beberapa waktu lalu telah melaksanakan pemusnahan barang bukti sabu-sabu sebanyak 15 kilo gram di Mapolres Rohil. “Kami sampaikan aplous kepada Pak Kapolres yang melakukan pemusnahan barang bukti 15 kg sabu-sabu beberapa waktu lalu,” ucap Wabup Jamiludin, Ketua BNK Rohil.

Ketua BNK Rohil Drs Jamiludin, turut menyampaikan terimakasih atas sosialisasi gerakan anti narkotika yang dilaksanakan Sat Narkoba Polres Rohil pada 2018. Pemkab dan BNK, sebutnya, hanya sebatas melaksanakan sosialisasi saja. Disebabkan kerja anti narkotika ini merupakan kerja bersama, ujarnya, maka hasilnya juga bersama. Pemusnahan barang bukti, jelasnya, merupakan salah satu agenda pokok, dan kegiatan rutin, dilaksanakan mulai dari pusat sampai kedaerah dengan tujuan menghapus penyalahgunaan narkoba.

Dikatakan Wabup Jamiludin, narkoba yang masuk di Rohil ada yang datang dari luar, dan dari dalam negeri. Pers, ujar Wabup, diharapkan juga menyampaikan informasi yang jelas, disebabkan lawan yang paling jelas itu narkoba. Pelaksanaan Millenial Safety Road Festival di Bagan Batu, Bagan Sinembah, jelas Wabup, juga dalam rangka pemberantasan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika di Rohil.

“Pil happy five atau amfetamin yang dimusnahkan ini berjumlah 1.955 butir, dan 45 butir digunakan sebagai uji laboratorium, dan sebagai barang bukti untuk di persidangan. Jadi totalnya 2.000 butir,” jelas Wabup.

Mengenai sabu-sabu 15 kg yang dimusnahkan beberapa waktu lalu di Mapolres Rohil, Wabup mengatakan ke dua pelaku mengaku sebagai kurir. “Kalau berhasil, mereka dapat uang antar Rp200 juta. Untuk mengantar saja mereka dapat Rp200 juta. Semoga kita dapt menjaga kondisi Rohil ini, dan sekali lagi kami atas nama BNK Rohil mengucapkan ribuan terimakasih,” terang Drs Jamiludin, Ketua BNK Rohil.

Kasat Polair Polres Rohil Kasat Pol Air Polres Rohil Iptu Sapto Hartoyo, mengatakan penangkapan dua tersangka Susanti alias Santi, Ayong alias Rudianto dkk, pada Sabtu, 2 Februari 2019 di Pelabuhan Aliong, saat personil Sat Polair melaksanakan pemeriksaan rutin penumpang yang datang dari Panipahan. “Anggota kami curiga, dilakukan pengecekan, dan ditemukan barang ini. Mereka (ke dua tersangka) dari Panipahan sampai di pelabuhan Aliong,” jelas Kasat Polair.

Jenis obat-obatan tersebut, jelas Kasat, tergolong psikotropika. Sebab itu, terangnya, hukuman yang dikenakan kepada ke dua tersangka tersebut akan lebih ringan dari kasus narkotika.

“Barang yang dibawa mereka bukan jenis narkotika, tapi jenisnya psikotropika. Disebabkan jenisnya psikotropika, maka hukuman yang dikenakan lebih ringan dari narkotika,” kata Kasat Polair Polres Rohil Iptu Sapto Hartoyo. (Amran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: