Melerai Anak Jambak-Jambakan Bapak Tewas di Pahae

Taput, PRESTASI REFORMASI.Com – Dua wanita yang saling adu mulut dan jambak-jambakan di Dusun Aek Horsik Desa Tor Dolok Nauli Kecamatan Pahae Jae Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Sumut berakhir tragis.

Peristiwa yang awalnya sepele ini telah berakibat tewasnya orangtua laki-laki salah seorang pelaku keributan itu di hari Minggu tanggal 24 Februari 2019 sekira pukul 13.30 wib.

Keterangan yang diperoleh media ini dari Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen MPsi melalui Kasubbag Humas Aiptu Sutomo S menyebutkan, Mutiara Siregar (MS) sedang duduk santai di muka rumahnya di dusun Aek Horsik Desa Tordolok Nauli Kecamatan Pahae Jae.

Tiba-tiba Lilis Nainggolan (LN) yang termasuk tetangga sendiri secara tiba-tiba berteriak histeris dengan mengatakan ” Toto te, pangallang teni babi” artinya kurang lebih “Toto taik, pemakan taik babi” kearah Mutiara Siregar yang hanya diam karena disadarinya perempuan yang memaki itu sudah kurang waras.

Melihat perempuan yang dicacinya hanya diam menambah emosi LN dan selanjutnya memungut beberapa batu dan melempar MS yang terpaksa sibuk mengelak.

Akibatnya atap rumah pun dinding jadi sasaran lemparan, bahkan kaca jendela ada yang pecah. Menyadari ulah LN yang sudah kelewatan ini membuat MS tidak sabar dan mendekati LN dan terjadilah pertengkaran hingga saling jambak rambut.

Setelah beberapa saat terjadinya jambak-jambakan kemudian datang orang tua LN Pattas Nainggolan (PN) yang langsung memukulkan sebatang ranting kayu ke tubuh MS yang hanya mampu menangkis dengan tangan kanan.

Melihat ibunya dianiaya kemudian datang anak MS bernama Jonatan Sianturi (JS) yang berupaya mendorong tubuh korban PN kesamping rumah Lina Boru Hutasoit.

Sesampainya disamping rumah LBH ini diduga terjadilah kemudian perkelahian antara JS dengan PN yang segera dilerai beberapa warga yang sudah mulai berdatangan.

Selanjutnya PN didudukkan di depan rumahnya, namun beberapa saat dia lemas dan tiba-tiba jatuh dari kursi dan tidak sadarkan diri.

Mengetahui PN jatuh pingsan membuat Edison Nainggolan (54) dan Dedi Sihombing (26) dua warga desa yang sama berinisiatif membawanya ke puskesmas Sarulla.

Setelah diperiksa, kemudian pihak puskesmas Sarulla menyatakan korban telah meninggal dunia dan kemudian dilanjutkan dengan visum et repertum.

Usai divisum jasad korban diserahkan kepada keluarganya yang diterima anak korban yaitu putrinya Sando Nainggolan. Katanya jasad korbab akan dibawa ke RSU Djasamen Saragih untuk dilakukan Autopsi.(Jas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: