Sudah 30 Hari Pembunuh Oppung Dermina Sigotom Taput Sulit Diendus

Tarutung, PRESTASI REFORMASI.Com- Mungkin kita sudah mulai lupa atas peristiwa tragis yang menimpa keluarga Oppung (Nenek) Sudiono yaitu Dermina Boru Simanjuntak (75) di Desa Sigotom Julu Kecamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Sumut.

Dimana nenek ujur ini diduga dibunuh Barita Tambunan (BT) 25 tahun dengan menusuk dada pakai pisau, bahkan 3 orang cucunya ikut mengalami luka di malan naas 18 Januari 2019 sekira pukul 00.15 Wib di Desa Sigotom Julu itu.

Kini sudah tiga puluh hari sejak kejadian tetapi pelaku yang juga diduga hendak memperkosa cucu korban berinisisl FT (14) ini belum juga tertangkap.

Dikatakan, diawal pencarian pihak Polres Taput yang dibantu Poldasu dengan melibatkan anjing pelacak telah menyisir perladangan dan hutan di kawasan Pangaribuan, baik yang mengarah Desa Pantis Kecamatan Pahae Julu maupun sekitar hutan yang berbatasan dengan Kecamatan Garoga.

Namun kerja keras yang sudah memakan waktu berminggu-minggu dengan masuk keluar hutan ini belum berhasil, bahkan aparat yang juga dibantu masyarakat setempat itu belum menunjukkan tanda-tanda arah jejak pelaku BT.

Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen SPsi melalui Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno menuturkan, kalau pihaknya sampai sekarang masih terus melacak jejak pelaku pembunuhan itu,” walaupun kita sudah sempat menurunkan anjing pelacak, ternyata keberadaan BT masih sulit terendus, begitupun kita akan terus mengejarnya sampai dapat,” kata Hendro optimis.

Hendro mengakui kalau beragam metoda penyelidikan sudah dijalankan seperti menutup semua pintu masuk dan keluar diperbatasan Desa Sigoton Julu Pangaribuan, bahkan penyelidikan juga telah dilakukan ke kota yang pernah didatanginya sebelum kejadian seperti Cikampak dan Medan.

Dalam kaitan ini, pelaku tidak mungkin jauh meninggalkan Pangaribuan, karena pihak keluarga yang ditanya kalau tersangka tidak punya uang untuk biaya pelarian keluar dari wilayah ini.

Hendro mengaku agak bingung tentang keberadaan pelaku BT,” selama ini pelaku jarang keluar Sigotom, uang tidak punya dan komunikasi sejak kejadian ke pihak keluarga tidak ada sampai sekarang, makanya kita agak bingung juga namun kita tetap monitor” kata Hendro.

Diakuinya, pernah menerima laporan kalau pelaku BT terlihat disuatu tempat oleh seseorang, tapi hanya sebatas itu karena informasi lanjutan tidak ada. Begitupun aparat Kapolsek Pangaribuan, Kapolsek Garoga dan Kapolsek Pahae Julu tetap bersiaga selain Tim Opsnal.

Oleh karena itu Hendro sangat butuh dukungan masyarakat,” sekiranya ada yang melihat tersangka agar segera melapor keberadaanya karena Tim Opsnal Polres Taput masih terus lakukan pengejaran dan pencarian disana,” harapnya.

Sekedar mengingatkan pembaca, peristiwa yang memilukan keluarga oppung Dermina ini terjadi Jum’at 18 Januari 2019 pukul 00.15 Wib.

Dermina Boru Simanjuntak beserta cucunya Nova Tambunan dan Yohana Tambunan tidur di ruang tengah rumah mereka, dimana tersangka BT masuk kedalam rumah dengan membuka paksa jendela.

Setelah didalam Barita Tambunan mematikan lampu kamar dan langsung membunuh Opung Sudiono yang tidur dengan cara menusuk bagian dada.

Bahkan menusuk leher Nova Tambunan (9) dengan menggunakan pisau yang sama, berikutnya menusuk Yohana Tambunan (5) di lengan kiri. Disaat itulah cucu terbesar korban Fransiska Tambunan bangun dan menghampiri neneknya.

Melihat itu, tersangka yang sudah kesetanan memaksa Fransiska Tambunan ke dalam kamar (diduga hendak memperkosa) namun korban melakukan perlawananan dan berhasil keluar rumah seraya berteriak minta pertolongan.

Mengetahui warga yang sudah mulai ada yang datang membuat tersangka BT panik kemudian melompat dari jendela awal masuknya dan lari di kegelapan malam.(Jas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: