Parahhh…Ada Siswa Gak Bisa Baca dan Gak Ikut Les, Disuruh Pulang dari SD 144 Pasir Putih

Bungo, PRESTASIREFORMASI.Com – Sungguh memprihatinkan nasib siswi SD 144/II Pasir Putih ini, karena dia disuruh pulang ke rumah dari sekolah karena tidak ikut les. Padahal siswa ini masih kelas 1 SD, sehingga sangat membuat kecewa dan marah orang tuanya. Siswi kelas 1 SD pulang sendiri ke rumah padahal anaknya masih kecil.

Orang tuanya sungguh terkejut melihat anaknya pulang dari sekolah jam 7.00 Wib. Padahal anaknya baru saja diantar oleh ayahnya.

Hal ini dijelaskan oleh ibu dari siswi tersebut Sumaini kepada media ini rumahnya, Selasa (19/02).

Dijelaskan Husmaini bahwa tadi anak awak lah diantar bapaknyo. Biasanyo kami berduo kan kerjo, karena sayo sakit jadi di rumah. Ini masalah les, inyo les jugo kan gak tau jugo dio baco. Jadi anak sayo bilang dak mau lagi les.
“Tiba-tiba tadi dio pulang dari sekolah sekitar jam 7 pagi berjalan kaki sambil nangis, sesudah diantar ayahnyo sambil mau pergi kerjo,” kata Husmaini.

Jadi saya tanyo napo balik nangis nak, kato anak sayo disuruh balik dengan ibu guru itu, awak gak boleh masuk mak,” terang Husmaini.

Karena penasaran kami pergi ke sekolah temui Ibu tersebut, apo masalah pembayaran? Kalau masalah pembayaran sayo raso lah lunas sayo bu,” terang Husmaini.

Ibu guru menanyokan kenapo anaknyo gak datang-datang les, sayo bilang anak sayo dak mau les, sudah tu kami dak srmpat antar karena kami berduo jugo kerjo bu,” jawab sayo.

Suruhlah anak ibu datang les, dio gak pandai nian membaco kato ibu tu. Lalu sayo jawab kan masih kelas satu bu, di rumah jugo gak mau bu jawab sayo. Inyo jadi ketinggalan kato ibu itu samo sayo,” terangnya.

Lalu kenapo dio disuruh balik bu, masak anak sayo pulang jalan kaki sambil nangis?

Ditambahkan Husmaini bahkan ada jugo anak sayo melapor dengan neneknyo kalau anak sayo jugo pernah dikurung di perpustakaan, tapi saya bilang waktu itu biaklah dulu saya diamin bae ,” terang Husmaini.

Tapi kalau sudah macam ini anak kami disuruh balik iyo kami dak sanggup lagi.

Kalau dio kena tabrak siapo yang tanggung jawab? keluh Husmaini.

Terkait adanya permasalahan ini,
Media ini mencoba temui Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo. Namun karena Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bungo tidak berada di tempat karena sedang ke Jambi. Akhirnya menemui Sekdis dan diarahkan menemui Nasrun Kabid Pendidikan Dasar di ruang kerjanya.

Kepada media ini, Nasrun mengatakan belum dapat konfirmasi dari Kepala Sekolah maupun gurunya tentang persoalan ini.

“Kami belum dapat konfirmasi dari Kepala Sekolah dan gurunya terkait persoalan ini,” kata Nasrun, Selasa (19/02).

NASRUN
Kabid Pendidikan Dasar

Jadi bila sekolah mau mengadakan les harus adakan rapat dulu dengan wali murid, tidak boleh dipaksakan dan bila mereka setuju maka boleh mengadakan les. Sepanjang mereka tidak mampu kita tidak boleh memaksa. Tetapi kita tidak boleh ada perbedaan dan tetap diistimewakan,” terang Nasrun.

Perlu diketahui bahwa pemerintah saja sudah mengalokasikan dana untuk yang tidak mampu. Sudah menyiapkan Kartu Indonesia Pintar (KIP)-nya sebesar 450.000 untuk siswa SD. Dan dari dana bos sudah ada untuk bayar siswa tidak mampu,” jelas Nasrun.

“Jadi tindak lanjutnya karena saya baru tau, maka saya hari ini akan turun ke sekolah dan menanyakan kepada wali kelas yang bersangkutan dan saya juga akan meninjau siswa tersebut mengapa tidak sekolah,” tutup Nasrun. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *