Cor Beton Jembatan di Tinggi Raja Asahan Proyek Siluman?

Asahan, PRESTASI REFORMASI.Com — Proyek pekerjaan cor beton jembatan yang terletak di dusun II Desa Terusan Tengah Kec.Tinggi Raja Kab.Asahan, membingungkan banyak pihak karena sumber dananya tidak jelas, sehingga disebut-sebut sebagai ‘proyek siluman’.

Berdasarkan hasil investigasi Wartawan PRESTASI REFORMASI di lapangan, baru-baru ini, selain sumber dana yang tak jelas juga papan plang proyek tidak ditemukan di lokasi proyek tersebut dibangun. Namun diperkirakan biaya proyek tersebut mencapai ratusan juta rupiah

Untuk mengetahui persis proyek tersebut, Wartawan media ini mempertanyakan kepada kasi pemeliharaan yang juga selaku PPK Dinas PUPR Kab.Asahan berinisial AEST.

Kepada wartawan dia mengatakan bahwa pekerjaan tersebu memang tidak ditenderkan dan dananya berasal dari dana tek-tekan.

Mendengar jawaban tersebut ini muncul tanda Tanya, apa ada proyek Pemerintah dengan istilah bersumber dari dana tek-tekan? Dan kalau ini adalah menggunakan dana APBD ini jelas-jelas telah melanggar ketentuan yang berlaku.

Karena jawaban oknum PPK Dinas PUPR Kab.Asahan tidak akurat, wartawan menghubungi beberapa kepala bidang (Kabid) di dinas PUPR utk mempertanyakan hal tersebut melalui telepon seluler.

Dan dari dua kabid tersebu dapat jawaban yang sangat bertolak belakang seperti jawaban AEST. Karena mereka menjelaskan, dana tek-tekan dari mana?

“Pertanyakan aja kepada yang bersangkutan karena setahu kami apabila itu nanti sudah padat maka pasti akan menggunakan alat berat yang jelas kami sama sekali tidak mengerti,” ungkap mereka.

Menyikapi hal tersebut, diduga sepertinya ada yang ditutup – tutupi AEST atas pekerjaan tersebut ini dikuatkan dengan keterangan dua kabid PPK Dinas PUPR Kab.Asahan.

Untuk itu diminta kepada institus terkait untuk segera mengusut proyek siluman tersebut, sehingga masyarakat tahu dari mana sebenarnya sumber dananya berasal. Sebab jangan sampai terjadi penyalah gunaan anggaran.

Surat Kabar PRESTASI Reformasi dan PRi.Com akan terus memantau, apakah dalam hal ini ada unsur pembiaran? Karena semuanya harus terang benderang! (BBB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: