ST JUMPA MANULLANG BUDIDAYA ENTOK ORGANIK DI TAPUT

St Jumpa Manullang Budi Daya Entok Organik Di Taput

Tarutung, PRESTASI REFORMASI.Com-
Masyarakat Tapanuli Utara khususnya warga Tarutung, Siatas Barita dan Sipoholon sangat doyan konsumsi bebek dan entok sebagai lauk nasi yang hingga sekarang masih dipasok dari luar daerah.

Kondisi ini diketahui setelah melihat kedai nasi yang ada sepeti warung bebek di Desa Lumban Ratus Kecamatan Siatas Barita dan di Saitnihuta kecamatan Tarutung dan rumah makan di Simatemate jalinsum arah Sibolga yang tidak pernah sunyi dari pelanggannya.

Barangkali, peluang inilah mungkin yang dirasakan St Jumpa Manullang yang berdomisili di Dusun Sibuntuon Desa Simanungkalit Kecamatan Sipoholon Taput sehingga beberapa waktu lalu lakukan uji coba beternak entok dan sekarang telah berproduksi.

Dikatakannya, dengan mengolah sendiri pakan ternaknya bisa menunjukkan hasil yang memuaskan, ” saya memberi makan ternak entok ini hanya dengan campuran bahan-bahan yang ada sekitar lingkungan kita, jadi makananya dipastikan non pabrikan karena kita olah sendiri,” kata Jumpa Manullang, Senin (28/1) kepada Wartawan.

Ditambahkannya, pakan bebek dan entok yang diolahnya terdiri dari keong mas, kijing, enceng gondok, azolla pinnata ( sejenis ganggang ), jagung dan dedak padi ( sekam) dicampur semuanya.

” hasilnya, dengan rentang waktu 4 bulan saja setiap ekor entok bisa mencapai berat 2,5 kg pejantan dan betina 1,7 kg,” kata Simanullang seraya menambahkan bagi yang berminat membudidayakan ternak entok ini siap membagikan formula pakan yang diaplikasikannya.

Seperti diketahui, daging bebek atau entok ini lajimnya dikonsumsi sebagai lauk nasi yang katanya memiliki rasa khas tersendiri, oleh karena itu kepada instansi terkait di daerah ini diharap respon dengan beragam fasilitas yang ada agar ternak ini dapat membangkitkan perekonomian masyarakat ke depan ( Jas ).
Ket.Foto : St Jumpa Manullang saat beri pakan ternak entoknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: