PELESTARIAN ANGGREK TOBA DESTINASI PARIWISATA TAPUT

Tarutung, PRESTASI REFORMASI.Com-
Bupati Tapanuli Utara (Taput) Drs. Nikson Nababan, M. Si didamping Asisten Perekonomian dan Pembangunan Osmar Silalahi menerima audiensi GSR Satoe-Management yang diketuai Basar Sibarani untuk membahas sinergitas pembangunan di daerah ini, bertempat di Ruang Kerja Bupati, Tarutung (Jumat, 25/01).

“Pertemuan ini merupakan suatu bantuan pemikiran untuk Tapit terutama dalam mendukung perwujudan Visi-Misi di bidang pariwisata. ” Saya yakin semakin banyak pihak yang memberikan perhatian ke Taput maka semakin cepat pula terwujudnya pembangunan,” kata Bupati.

Dikatakannya pada priode kedua nanti, kita akan melakukan penajaman Visi-misi sehingga masyarakat khususnya para petani semakin sejahtera karena dukungan program Pemerintah, seperti produk komoditi Taput harus semakin dikenal didunia luar.

” Demikian juga pengembangan sektor pariwisata, juga menjadi fokus kita khususnya Muara dan Salib Kasih yang butuh dukungan seluruh stake holder baik swasta terutama Pemerintah Atasan,” tambah Bupati

Selanjutnya, Bupati juga menjelaskan beberapa program unggulan yang merupakan inovasi seperti Lelang Cabai, Dana Talangan dan Pupuk Subsidi Bayar Pasca Panen termasuk jugs rencana pengembangan Kawasan Bandara Silangit AeroCity.

Pada kesempatan tersebut Bupati memerintahkan semua OPD yang hadir agar bergerak cepat menindaklanjuti pertemuan ini dan berkoordinasi sesuai bidang masing-masing sehingga segera terealisasi.

“Terima kasih kepada GSR bersama seluruh anggota komunitas dengan berbagai profesi dan latar belakang atas sumbang saran, ide-ide serta pemikiran untuk mendukung semangat kami membangun Taput. Ini adalah peluang yang harus segera direspon termasuk pengembangan kebun raya Anggrek, semoga Taput semakin maju.

Dalam pertemuan yang dihadiri beberapa pimpinan OPD serta camat, menyepakati beberapa hal, salah satu yang disepakati adalah rencana untuk kerjasama dalam pelestarian dan pengembangan Anggrek Toba yang berlokasi di Kawasan Salib Kasih.

Bidang Kehumasan GSR Baginda Siahaan mengatakan, semoga pertemuan ini mampu mengembangkan destinasi wisata yang baru di Kawasan Danau Toba khususnya di Taput.

GSR Satoe- Management adalah merupakan suatu komunitas Alumni PK Immanuel Medan dan SMA N 1 Medan, yang lintas angkatan-lintas suku- lintas agama yang memiliki visi-misi dibidang sosial dan bisnis.

Saat menyampaikan beberapa paparan, dari pihak GSR yang antara lain dr. Ria Novida Telaumbanua (penggagas Pelestarian Anggrek Toba), Mahendra Sitepu (entrepreneur bidang digital), Loce Nababan (Analisis Data), Boyke Pardede (Gajah Toba), Basar Simanjuntak (Direktur Pemasaran BOPDT).

Paparan dr. Ria Novida Telaumbanua menjelaskan perlunya pelestarian kekayaan hayati Anggrek di Kawasan Danau Toba karena terwujudnya ini nanti termasuk juga sebagai upaya didalam peningkatan perekonomian masyarakat.

Selain itu Boyke Pardede menjelaskan terkait kelanjutan rencana Komunitas Gajah Toba membangun patung Yesus Memberkati di Hutaginjang Kecamatan Muara.

Usai pertemuan, rombongan GSR bersama Ketua Dekranasda Ny. Satika Nikson Nababan boru Simamora mengunjungi Kantor DekranasdaTaput kemudian meninjau lokasi rencana pengembangan Anggrek Toba di Salib kasih Siatas Barita (Jas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: