TARGET BULOG SERAP 114 TON GABAH KERING PETANI TAPUT

Bantuan Satgas Sergab Sangat dibutuhkan

Tarutung, PRESTASI REFORMASI.Com- Dengan patokan penyesuaian harga terbaru di wilayah Tapanuli Utara (Taput) Sumut, Bulog siap menampung gabah kering giling petani saat panen raya.

Kesimpulan dan Informasi itu terangkum dalam tatap muka para Kelompok Tani bersama Tim Sergab TNI AD yang dihadiri Kepala Dinas Pertanian Taput SEY Pasaribu, Dandim 0210/TU beserta jajaran, perwakilan Polres Taput di Desa Nahornop Marsada Kecamatan Pahae Jae baru-baru ini.

Sesi penjelasan Ketua Tim Satgas Serapan Gabah (Sergab) TNI AD, Kolonel Inf Mahmud menyatakan Bulog sendiri menargetkan serap gabah petani Taput sebanyak 114 ton pada Triwulan I yaitu Januari sampai Maret 2019.

“Bulog mengharapkan kepada Kementan agar menyesuaikan harga pembelian di daerah dan menghapus harga pembelian pemerintah ( HPP ). Maka dengan hasil rapat tersebut Bulog siap membeli sesuai harga di tingkat petani,” tutur Mahmud.

Harga terkini di lapangan sesuai dengan paparan Kepala Dinas Pertanian Taput Ir Sondang EY Pasaribu saat tatap muka itu bertengger pada Rp4.900/kg.

Kolonel Mahmud berharap program ini akan berjalan baik di Taput untuk jaminan ketersediaan stok pangan dan memutus mata rantai tengkulak.

“Saat ini juga Bulog akan lakukan impor beras. Kenapa?, karena cadangan beras untuk antisipasi kebutuhan bencana. Dimana setiap daerah yang dudah memiliki gudang Bulog harus ada stok beras,” tegas Mahmud.

Dikatakannya, ketersediaan stok nasional merupakan upaya antisipasi lonjakan permintaan. Kepada Poktan agar bisa menjual gabahnya ke Bulog, hal ini antisipasi permainan spekulan. Dimana Bapak Presiden berharap jangan sampai ada informasi kelangkaan pangan utamanya beras jelang tahun politik”, tegasnya.

Komandan Kodim 0210/TU, Letkol Inf Rico J Siagian berharap serupa, dukungan seluruh stake holder memajukan gerak pembangunan pertanian di wilayah Taput harus maksimal.

“Kepada PPL Dinas Pertanian agar tidak bosan memberi penyuluhan di tingkat petani. Karena manfaatnya ini sangat muar biasa yang antara lain bertujuan memutus mata rantai hama penyakit, menjamin tata kelola irigasi, manajemen distribusi Alsintan yang terukur. Kesemuanya pasti akan memiliki target hasil panen yang memuaskan,” paparnya.

Kepala Dinas Pertanian Taput Ir Sondang EY Pasaribu menyatakan siap bersinergi dengan TNI AD dan Bulog.

Sesuai visi misi Taput sendiri menuju lumbung pangan, pihaknya telah mengaplikasi metode yang belum ada di daerah lain seperti distribusi pupuk bayar pascapanen.

Dimana Visi Pemkab Taput sebagai lumbung pangan sudah diupayakan dengan pengembangan jalan usaha tani, jaringan irigasi desa, pemberian pupuk bersubsidi bayar pasca panen, penyaluran alsintan, dan pengangkatan PPL sebanyak 60 personil.

“ selain itu, seluas 5000 hektar lahan persawahan sudah menerapkan 2 kali panen dengan produksi 58,7 kwintal/ha menghasilkan surplus beras Taput sebanyak 20.000 ton pada tahun 2016”, terang Sondang EY Pasaribu.

Yang menjadi persoalan pada tiap masa panen raya, Tapanuli Utara terkendala pabrik gilingan padi skala besar, sehingga produk sampingan yang bernilai ekonomi seperti jenis dedak tidak terjangkau para peternak dengan harga ekonomis.

“Kami Berharap peran tim Satgas Sergab bisa membantu untuk menfasilitasi tiap kondisi ini hingga sampai di Kementerian Pertanian,” mohon Sey Pasaribu (Jas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: