Ingin Melego Kawasan Hutan Produksi Pea Tolong Taput

Tarutung, PRESTASI REFORMASI.Com — Dua warga lakukan jual beli lahan kawasan hutan di Desa Pea Tolong Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Sumut, ketahuan dan akhirnya ditetapkan Polres setempat sebagai tersangka.

Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen MPsi melalui Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno kepada wartawan mengakui kebenaran dua status pelego kawasan hutan itu,

Dua tersangka tersebut beriniseal JT (54) pekerjaan wiraswasta penduduk Siatas Barita dan SK (38) sebagai ASN di SMPN 3 Tarutung yang berdomisili di Desa Sosunggulon Tarutung.

Dikatakan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena telah melakukan transaksi jual beli lahan yang masih masuk kawasan hutan Pea Tolong seluas 10 Ha.

“keduanya ditetapkan sebagai tersangka sejak Senin 7 Januari 2019 atas dasar jual beli, atau penggunaan kawasan hutan secara tidak sah bahkan tanpa memiliki izin dari pejabat yang berwenang,” kata Hendro Sutarno.

Ditambahkan, sebelumnya pihak Polres Taput yang lakukan penyelidikan sesuai hasil peta membuktikan, hutan tersebut masuk kawasan hutan sesuai SK Menhut no.579/Menhut-II/2014 tanggal 24 Juni 2014 yang menandakan kawasan hutan itu adalah hutan produksi terbatas.

Lebih rinci Kasat menjelaskan dampak perbuatan dua tersangka dikenakan pasal 94 ayat 1 huruf A dan pasal 82 ayat 1 huruf B UU No.18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan juga perusakan hutan dengan ancaman 3 tahun minimal dan maksimal10 tahun penjara.

Kemudian padal 94 ayat 1 huruf A ancaman hukumannya minimal 8 tahun dan maksimal 15 tahun penjara serta denda paling sedikit Rp 10 miliar dan paling banyak Rp 100 miliar.

Selain itu padal 82 ayat 1 huruf B ancaman minimal 1 tahun dengan denda Rp 500 juta dan maksimal 5 tahun denda Rp 2,5 miliar, kata Kasat Reskrim seraya menambahkan kalau tersangka SK sudah ditahan dan JT hingga saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Seperti diketahui kalau kawasan Hutan yang ada di Desa Pea Tolong Siatas Barita Taput ini adalah tergolong hutan resapan air yang persis di sisi kiri aliran Sungai Situmandi.

Bahkan sungai ini sudah sejak dulu digunakan warga sekitar untuk keperluan mandi bahkan sebagai air minum. Selain itu sungsi ini menjadi sumber air ke irigasi ratusan Ha persawahan penduduk Desa Hutabarat, Desa Siraja Hutagalung, Desa Pancur Napitu, HT I juga Desa Parbubu Pea. (Jas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: