Labusel, PRESTASI REFORMASI.Com — Ratusan Massa yang tergabung dalam Forum Organisasi Pemuda dan Mahasiswa Kampung Rakyat mendatangi PMKS PT. Tolan III Estate, Kamis (17/1) untuk berdemontrasi menuntut pencemaran limbah industri yang mengakibatkan ikan mati dan air sungai tercemar.

Massa yang terdiri dari emak-emak, bapak-bapak, pemuda dan mahasiswa sempat dihalangi oleh Satpam PMKS PT.Tolan III Estate ketika hendak masuk ke Pabrik untuk menyampaikan orasinya. Perdebatanpun terjadi dan tak lama kemudian koordinator aksi mendatangi teman-temannya yang dihalanggi masuk menyuruh untuk masuk ke lokasi pabrik.

Sesampai di lokasi di depan gerbang pabrik PMKS PT. Tolan III Estate massa langsung berorasi menuntut manager atau pihak Perusahaan untuk bertanggung jawab atas pencemaran sungai yang diduga dari Pabrik PT.Tolan III Estate.

Massa saat melakukan aksi unjuk rasa di depan PMKS PT Tolan III Estate.

Masyarakat yang tergabung dalam Forum Organisasi Pemuda dan Mahasiswa Kecamata Tanjung Medan menyampaikan orasinya di depan gerbang masuk ke Pabrik PMKS PT.Tolan III Estate yang meminta agar menutup PMKS PT.Tolan III Estate karena berulangkali melakukan pencemaran limbah beracun ke aliran sungai yang mengakibatkan ikan mati dan susahnya masyarakat.

“Tangkap GMO dan Manager PMKS PT.Tolan III Estate yang senantiasa membiarkan limbah beracun mengaliri sungai. Pihak Pemilik PT.Tolan III Estate harus bertanggung jawab penuh dengan memberi ganti rugi kepada masyarakat dan memenuhi tuntutan lainnya. Jauhkan Aliran sungai dari PMKS PT.Tolan III Estate,” ujar massa.

Ketika tuntutan massa tidak diterima, massapun menguncang-guncang pagar Pabrik PMKS PT.Tolan III sambil menyeru agar manager keluar untuk bertemu dengan mereka.

Pihak Kepolisian Polres Labuhanbatu melalui Kapolsek Kampung Rakyat mencoba memediasi agar pihak perusahaan atau Manager mau untuk menjumpai massa demontrasi tetapi pihak Perusahaan tidak mau menjumpai massa.
Tak lama kemudian massa bersikeras masuk dengan cara memanjat pagar besi Pabrik untuk berjumpa dengan pihak perusahaan atau manager, sesampai di lokasi pihak Perusahaan tak mau juga berjumpa dengan massa.

Koordinator aksi Andi Syahputra Nasution saat dikomfirmasi menyampaikan bahwa aksi mereka tentang pembuangan limbah yang dilakukan oleh PT.Tolan III Estate ke sungai pada tanggal 05 januari 2019 lalu.

“Menuntut manager harus berhenti karena dari pagi tadi kami tidak juga bertemu dengan manager atau pihak perusahaan PT.Tolan III Estate.  Tuntutan kami hanya satu, perusahaan harus bertanggung jawab atas tercemarnya air kami serta matinya ikan sehingga masyarakat sulit untuk mencari nafkah di air,” ujarnya.

Lanjut Andi, aksi demo ini akan terus dilanjutkan. “Kami dari masyarakat Tanjung Selamat, Tanjung Medan dan Pekan Tolan akan datang lagi dengan membawa Camat Kampung Rakyat, Kapolsek Kampung Rakyat. Kami minta pertanggung jawaban penuh dari PMKS PT.Tolan III Estate,” ujarnya.

Ratusan Massa yang tergabung dalam Forum Organisasi Pemuda dan Mahasiswa Kampung Rakyat mendatangi PMKS PT. Tolan III Estate, Kamis (17/1)

Andi juga berharap agar pihak PMKS PT Tolan III Estate mematuhi peraturan Undang-Undang yang berlaku seperti tentang hamdal dan lingkungan hidup. “Mereka harus bertanggung jawab kalau memang tidak kami akan menuntut secara pengadilan supaya mereka ditutup ini perusahaan,” ungkap Andi.

Kemudian massapun membubarkan diri dengan damai dibawah pengawalan pihak Kepolisian Polres Labuhanbatu dan Polsek Kampung Rakyat. (hasrum s.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: