Kok Bisa Santri Dari Ponpes Diniyyah Muara Bungo Kabur?

Bungo, PRESTASIREFORMASI.Com – Institusi pendidikan di kabupaten Bungo kembali tercoreng. Hal ini diakibatkan adanya keteledoran yayasan pondok pesantren Diniyah  beralamat di Perumnas kecamatan Rimbo Tengah, yang mengakibatkan  kaburnya 3 orang siswa dari pondok pesantren, Minggu (20/01).

Dari keterangan Muhammad Riyad Alfallah, salah satu dari 3 orang siswa yang terlibat cekcok dengan temannya, merasa terancam sehingga memilih kabur dari pondok pada hari Minggu pagi sekira pukul 09.00 Wib. Hal ini baru diketahui pihak yayasan dikarenakan orang tua  dari Riyad Lukman komplain ke pihak yayasan dikarenakan anaknya tidak ada di pondok pesantren ketika dia menjenguk anaknya.

“Saya sangat terkejut sekali ketika saya berkunjung ke pondok untuk menjenguk anak saya ternyata tidak ada di pondok pesantren Diniyyah. Dan setelah saya tanya ke salah satu ustad malah seolah tidak mengetahui keberadaan anak saya,” terang Lukman.

Tidak cukup sampai disana Lukman sebagai salah satu orang tua murid yang sedang mencari keberadaan anaknya ternyata dapat berita bahwa anaknya ternyata sudah sampai di rumahnya di kabupaten Tebo. Lukman merasa sangat marah dan kecewa karena pihak Yayasan yang sudah dipercaya untuk menitipkan anaknya guna untuk menimba ilmu, menjadi anak yang cerdas dan agamis ternyata luput dari pengawasan pihak Yayasan.

“Sungguh saya sangat kecewa dengan pihak Yayasan, kenapa anak saya sampai kabur dari pondok? Siapa yang bertanggung jawab apabila terjadi sesuatu pada anak saya? Kalau sempat dia dibunuh orang di jalan atau sampai terjadi hal negatif lainnya siapa yang bertanggung jawab?Sebenarnya ada apa ini, dimana letak tanggung jawab pihak Yayasan yang seharusnya memberikan rasa aman terhadap siswa didik serta memberikan ketenangan kepada kami selaku orang tua kok malah bisa kejadian seperti ini,” tukas Lukman dengan nada geram.

Lukman selaku orang tua siswa meminta pihak Yayasan untuk menjemput anaknya ke Tebo karena dia ingin anaknya berada di Pondok malam ini juga. 

Akhirnya pihak Yayasan melakukan penjemputan anak yang bernama Muhammad Riyad Alfallah ke kabupaten Tebo dengan menggunakan mobil Yayasan dan setelah ditunggu lebih kurang 2 jam akhirnya anaknya sampai di Pondok dengan selamat namun raut wajah sedikit pucat pasi dan seperti orang ketakutan.

Setelah melakukan mediasi yang cukup panjang antara orang tua siswa dengan pihak Yayasan, akhirnya pihak Yayasan mengakui atas keteledoran ini dan meminta maaf kepada orang tua siswa dan berjanji ke depannya akan membenahi sistem keamanan Pondok Pesantren Diniyyah Muara Bungo.

“Kami menyadari dan mengakui keteledoran kami ini dan kami minta maaf atas kejadian ini terutama kepada Pak Lukman selaku orang tua siswa dan kami berjanji akan membenahi sistem pengamanan kami sehingga hal ini saya pastikan tidak akan terjadi lagi,” pungkas pihak Pondok Pesantren yang tidak mau menyebutkan namanya seolah-olah menghindar.

Lain lagi dengan dengan Hendri selaku petugas keamanan Pondok Pesantren Diniyyah yang membenarkan dan mengaku tidak menyangka kejadian ini bisa terjadi.

“Kami tidak menyangka jalan yang dilalui siswa untuk bisa kabur dari Pondok Pesantren tersebut dikarenakan pagar kawat yang menjadi pembatas itu sudah lama putus dan kamipun tidak menyangka kalau siswa sampai nekat melewati jalur tersebut karena itu hutan,” jelasnya.

Untuk memastikan hal tersebut beberapa awak media serta pihak keluarga meminta kepada  Hendri selaku penjaga keamanan Pondok Pesantren untuk menunjukkan jalan atau lokasi yang dilalui untuk bisa kabur dari Ponpes Diniyyah dan ternyata memang benar tidak berpagar dinding beton atau kawat seperti yang dijelaskan sebelumnya. Ini cukup mengejutkan dikarenakan Ponpes yang begitu besar bisa sampai terjadi pembiaran pagar yang merupakan salah satu faktor keamanan bisa dibiarkan begitu saja.

Terpisah Riyad salah satu siswa yang kabur, dan dia mengatakan bahwasanya sekira pukul 09.00 pagi dia kabur dari pesantren dikarenakan merasa terancam akibat ada selisih paham dengan teman sekolahnya pada malam Minggu.

“Kami betigo kabur lewat belakang yang tembus ke samping dekat perumahan belakang kantor inspektorat. Awak balek ke Tebo sementaro kawan awak balek ke Bangko. Awak ngerasa dak aman kareno diancam,” tutup Riyad.

Terkait kaburnya siswa Ponpes Diniyah Muara Bungo ini, ketika ditanyakan kepada Kasi Pontren dan Diniyyah Kemenag Kabupaten Bungo H. Syamsuri, bagaimana tindakan Kemenag selaku pihak yang menaungi Ponpes Diniyyah tersebut, malah terkejut dan baru tahu informasinya dari media ini.

“Wah baru tau saya, kalau ada kejadian di Ponpes Diniyah,” kata Syamsuri, Selasa (22/01) di ruang kerjanya.

Kalau gak dikasitau dindo, manatau kami kejadian itu,” tambahnya.

Kami akan panggil pihak Ponpes Diniyyah besok untuk mengetahui informasi yang sebenarnya,” tutup Syamsuri. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *