Isu Begu Ganjang Pemecah Warga Pansinaran Didamaikan Polres Taput

Isu Begu Ganjang Pemecah Warga Dusun Pansinaran Di Damaikan Polres Taput

Taput, PRESTASI REFORMASI.Com- Ratusan warga Dusun Pansinaran Kelurahan Situmeang Habinsaran Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Sumatera Utara (Sumut) akhirnya rukun kembali setelah diinisiasi Kapolres, Dandim Taput dan beberapa pendeta menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR).

Seperti diketahui masyarakat dusun pansinaran belakangan ini hampir dilanda perpecahan dengan aksi kekerasan khususnya antara Marga Situmeang dengan keluarga Oppu Martha Siahaan hanya karena isu Begu ganjang.

Untuk antisipasi agar tidak berlarut larut dan berkepanjangan, KaPolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen MPsi lakukan pendekatan yang melibatkan pendeta dengan kegiatan penyegaran rohani melalui KKR di Dusun Pansinaran Kelurahan Situmeang Habinsaran Kecamatan Sipoholon, Senin (21/1).

Kapolres mengajak masyarakat jangan mau terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar karena akibatnya pasti akan menimbulkan perpecahan sesama warga khususnya antara Marga Situmeang dengan Oppu Martha Siahaan.

“Kalau tidak ada bukti, kita jangan buat tuduhan atau menuding seseorang yang dampaknya akan menyebabkan perasaan seseorang tersakiti. Selain itu, dengan sembarang menuduh seseorang juga bisa berdampak ke masalah hukum. Oleh karena itu sebagai umat beragama kita jangan percaya kepada begu ganjang, ” tegas Kapolres.

Selain itu Kapolres Taput meminta supaya masyarakat Dusun Pansinaran bisa menghilangkan rasa ketakutan atas isu begu ganjang. Jangan karena isu sesat itu timbul kerenggangan hubungan dan tumbuh perpecahan ditengah masyarakat.

Praeses HKBP Distrik II Silindung Pdt Deonal Sinaga MTh mengajak warga Dusun Pansinaran tidak percaya adanya beguganjang (santet) ataupun sejenisnya.

“Semoga warga disini membuka hati dan pikiran serta iman yang teguh kepada Tuhan. Mari kita hilangkan segala bentuk ketakutan atas isu begu ganjang itu. Kalau kita orang Kristen mari menyatakan bahwa begu ganjang itu tidak ada. Kiranya kebaktian ini membawa kenyamanan dan kekondusifan bagi warga Dusun Pansinaran inikedepannya,” imbau Sinaga.

Selanjutnya pendeta Deonal Sinaga juga bersama sejumlah pendeta dan tokoh masyarakat berdoa mengajak masyarakat bersama – sama dalam acara perjamuan kudus dan pembakaran segala bentuk jimat – jimat yang dikumpulkan yang diharapkan supaya warga tidak lagi mempercayai segala bentuk isu – isu begu ganjang itu.

Dalam kesempatan terzebut, keluarga tertuduh Op. Martha Siahaan bersalaman untuk tujuan berdamai dengan warga bermarga Situmeang serta bersepakat untuk tidak saling menuduh lagi.

Turut hadir Dandim 0210 TU Letkol Inf Rico Siagian, Danramil Tarutung Kapten Alven Silalahi, Kapolsek Sipoholon AKP Zulkarnaen, Camat Sipoholon David Nainggolan dam sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya.(Jas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: