Setelah Warga Unjuk Rasa, Rumah Ibadah tak Berizin di Griya Martubung Ditutup

Medan, PRESTASI REFORMASI. Com — Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto, SIK didampingi Lurah Besar Kecamatan Medan Labuhan Tengku Roby Chairi menjelaskan pemilik rumah di Jalan Jala Permai (JP) 4, Blok 8 Griya Martubung Medan, Fransman Saragih, S.Th. akhirnya telah menandatangani Surat Pernyataan menghentikan kegiatan ibadah sekali seminggu karena tidak memiliki izin, mulai hari Minggu 13 Januari 2019.

Fransman menandatangani Surat Pernyataan itu setelah ratusan warga Musim Blok 8 unjuk rasa di depan rumahnya, Minggu (13/1/2019) pukul 10.00 wib pagi. Mereka menuntut dihentikan kegiatan ibadah yang telah berlangsung sejak Tahun 2018 tersebut, karena selain tidak memilii izin mendirikan tempat ibadah sesuai SKB 2 Menteri (Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri) No. 8 dan 9 Tahun 2006 juga melanggar aturan menjadikan rumah tempat tinggal menjadi gereja.Baca: Tata cara pendirian rumah ibadat sesuai Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 Tahun 2006 dan No. 8 Tahun 2006 

Warga Muslim Blok 8 sempat berdialog alot dengan pemilik rumah di JP 4 itu Fransman Saragih, S.Th soal tidak dipatuhinya kesepakatan bersama setelah diadakan rapat bersama Warga Muslim Blok 8  dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam), 6 Desember 2018 lalu.

Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto, SIK menunjukkan Surat Pernyataan pemilik rumah di Jalan Jala Permai 4 Blok 8 Griya Martubung yang telah ditandatangani Fransman Saragih, S.Th untuk menghentikan kegiatan ibadah setiap minggu mulai hari ini Minggu, 13 Januari 2019 sampai izin diperoleh. (hps)

Kesepakatan yang disetujui Fransman Saragaih sebagai pemilik rumah di Rapat bersama Forkompimcam tanggal 6 Desember 2018 itu, pada intinya berjanji hanya melakukan kegiatan jemaat ibadah rutin setiap minggu hingga tanggal 31 Desember 2018 karena untuk merayakan Natal dan Tahun Baru saja. Kesepakatan bersama itu dihadiri: pengurus yang akan mendirikan rumah ibadah, perwakilan warga blok VIIII Lingkungan XX, Keping XX Kabarsyah Selian, Lurah Kelurahan Besar Kecamatan Martubung T. Roby Chairi, S.P., M.Si.. Camat Medan Labuhan Arrahamn Pane, S.STP,MAP, Kapolsek Medan Labuhan  Kompol Rosyid Hartanto, SIK, Danramil 10/MLP Kapt. (Inf) P.Purba, dan Kantor Urusan Agama Medan Labuhan M. Lukman Hakim Hsb, S.Ag,, M.A.

Ketika itu, di dalam rapat Fransman sepakat namun setelah surat pernyataan dibuat dia berkilah dan mengelak menandatanganinya, mesjipun Camat, Kapolsek, Danramil FKUB Kecamatan Medan Labuhan dan mewakili warga Blok 8 telah menandatangani terlebih dahulu.

Salah seorang pengurus rumah ibadah di JP 4 turut menandatangani sebagai saksi bahwa dihentikannya kegiatan ibadah mulai 13 Januari 2019. (hps)

Sehingga sampai melewati tanggal 31 Desember 2018, Fransman Saragih masih saja melalukan kegiatan ibadah Jemaat Minggu di Tanggal 6 Januari 2019. Akibatnya warga Muslim Blok 8 bereaksi keras dan mendatangi Kantor Camat Medan Labuhan, 8 Januari 2018 meminta ketegasan Muspicam yang terdiri dari Camat, Kapolsek, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Danramil agar menghentikan kegiatan ibadah Minggu di rumah Fransman, sesuai kesepakatan bersama.

Puncaknya Minggu pagi, 13 Januari 2019, ketika akan dilaksanakan ibadah Minggu, warga Muslim Blok 8 berbondong-bondong mendatangi rumah Fransman dan berdebat sengit serta nyaris bentrok, namun aparat kepolisian dan Lurah segera turun menengahi.

Warga yang telah habis tenggang kesabarannya teriakkan Takbir serta menutup sejumlah akses masuk menuju Jalan Jala Permai 4,

Setelah terjadi rembuq dan lobi pihak Kepolisian dan Kelurahan dengan pemilik rumah, akhirnya Fransman menyatakan menghentikan kegiatan tersebut mulai hari Minggu 13 Januari 2019 ini, sembari dia akan mengikuti prosedur mengurus izin serta syarat-syarat pendirian rumah ibadah. (hps)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: