Kementerian ESDM Resmikan Sumur Bor Air Bersih di Desa Silo Bonto Asahan

Asahan, PRESTASI REFORMASI.Com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) di wakili tenaga ahli Menteri, Sampe L. Purba berkunjung ke kabupaten asahan sekaligus meresmikan sumur bor air bersih di desa silo bonto kec. Silau laut kabupaten asahan, Jumat ( 4/1 ) dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Drs. Hasby Simbolon, MSi yang mewakili Bupati Asahan, dan Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Utara.

Penyerahan Sumur Bor Air bersih ini merupakan Program Badan Geologi Kementerian ESDM tahun Anggaran 2018 di wilayah Kab. Asahan yng dilaksanakan di desa Silo Bonto Kec.Silo Laut Kab Asahan.

Sumur Bor tersebut dibangun pada tahun 2018 sebanyak satu unit tabg mana dapat secara penuh digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Selain itu peresmian ini juga dimaksud sebagai bahan sosialisasi kepada masyarakat bahwa Pemerintah pusat khususnya kementerian ESDM bekerjasama dengan Pemerintah daerah dan didukung oleh DPRRI ( Komisi VII ) memiliki Program pro rakyat.

Tenaga Ahli Kementerian ESDM, Sampe L. Purba didampingi Camat Silau Laut, Ahmad Syaiful Pasaribu, SAP. MM ketika mencoba air bersih sumur bor.

Sumur Bor yang dibangun tersebut memiliki Spesifikasi kedalaman 126 M, debit 2 Liter/ detik, dengan Konstruksi Pipa Besi Galvanis diameter 6 inci, Pasokan Listrik dari Genset dengan Kapasitas 10 kVA sama dengan 8 kWatt yang menggunakan pompa slang 3 PK dilengkapi dengan rumah Genset, Rumah Pompa dan Bak penampungan Air bekapasitas 5000 Liter, dan dan mampu melayani kebutuhan air bersih 2800 jiwa.

Bupati Asahan pada sambutannya yang disampaikan Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Drs. Hasby Simbolon, mengucapkan terimakasih atas kehadiran dan kesediaan dari Kementerian ESDM yang telah menyerahkan hasil pembangunan sumur bor air bersih kepada masyarakat kami di kabupaten ini.

Ia menambahkan, pelayanan air bersih masih menjadi tantangan bagi pemerintah daerah , selain merupakan kebutuhan dasar juga merupakan salah satu pilar penyangga perekonomian daerah, mengingat sifat pekerjaan dan skala pencapaiannya diperlukan kaloborasi beberapa pihak, mulai tingkat pusat sampai dengan ke tingkat kelurahan/desa, oihak swasta, masyarakat dan pihak terkait lainnya.

“Sehingga program penyediaan sarana air bersih diperuntukkan kepada masyarakat di tahun 2018 lalu baru mencapai 46,06 % jiwa dari jumlah penduduk 723,885 jiwa,” lanjutnya.

Dari jumlah tersebut kabupaten asahan masih belum mencapai akses aman 100 % penyediaan sarana air bersih untuk kebutuhan masyarakat. (Bagus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: